Jerman minta pasukan pro-Khalifa Haftar hentikan serangan di Libya
Jumat, 12 April 2019 9:56 WIB
Jerman pada Kamis menyeru pasukan pro-Khalifa Haftar di LIbya agar segera menghentikan serangan terhadap Ibu Kota Libya, Tripoli. ( ANTARA FOTO/REUTERS/Philippe Wojazer/djo)
Berlin, (ANTARA) - Jerman pada Kamis menyeru pasukan pro-Khalifa Haftar di LIbya agar segera menghentikan serangan terhadap Ibu Kota Libya, Tripoli.
Seorang juru bicara Angela Merkel mengatakan Kanselir Jerman tersebut telah mengutuk serangan militer Haftar pada Kamis, dalam percakapan telepon dengan Fayez As-Sarraj, Ketua Dewan Kepresidenan dan Perdana Menteri Pemerintah Kesepakatan Nasional --yang didukung PBB.
"Pemerintah Federal memintah Jenderal Haftar dan para pendukungnya agar segera menghentikan semua operasi militer," kata Steffen Seibert di dalam satu pernyataan, sebagaimana dikutip Kantor Berita Turki, Anadolu --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis malam.
"Kanselir telah menegaskan kembali pengakuannya bahwa tak boleh ada penyelesaian militer di Libya," katanya. Ia menambahkan Jerman akan terus mendukung upaya PBB bagi penyelesaian damai di negara Afrika tersebut.
Pada Kamis lalu (4/4), Jenderal Haftar mengumumkan pasukannya melancarkan operasi militer untuk merebut Tripoli dari pemerintah dukungan PBB.
Telah masih dirongrong oleh kerusuhan sejak 2011, ketika aksi perlawanan yang didukung NATO menggulingkan dan menewaskan presiden Muammar Gaddafi, setelah empat dasawarsa ia memerintah.
Sejak itu, perpecahan politik di negeri tersebut telah menghasilkan dua pemerintah yang bersaing; satu di Libya Timur, yang berafiliasi kepada orang kuat Jenderal Khalifa Haftar, dan satu lagi di Tripoli, yang mendapat dukungan PBB. (*)
Seorang juru bicara Angela Merkel mengatakan Kanselir Jerman tersebut telah mengutuk serangan militer Haftar pada Kamis, dalam percakapan telepon dengan Fayez As-Sarraj, Ketua Dewan Kepresidenan dan Perdana Menteri Pemerintah Kesepakatan Nasional --yang didukung PBB.
"Pemerintah Federal memintah Jenderal Haftar dan para pendukungnya agar segera menghentikan semua operasi militer," kata Steffen Seibert di dalam satu pernyataan, sebagaimana dikutip Kantor Berita Turki, Anadolu --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis malam.
"Kanselir telah menegaskan kembali pengakuannya bahwa tak boleh ada penyelesaian militer di Libya," katanya. Ia menambahkan Jerman akan terus mendukung upaya PBB bagi penyelesaian damai di negara Afrika tersebut.
Pada Kamis lalu (4/4), Jenderal Haftar mengumumkan pasukannya melancarkan operasi militer untuk merebut Tripoli dari pemerintah dukungan PBB.
Telah masih dirongrong oleh kerusuhan sejak 2011, ketika aksi perlawanan yang didukung NATO menggulingkan dan menewaskan presiden Muammar Gaddafi, setelah empat dasawarsa ia memerintah.
Sejak itu, perpecahan politik di negeri tersebut telah menghasilkan dua pemerintah yang bersaing; satu di Libya Timur, yang berafiliasi kepada orang kuat Jenderal Khalifa Haftar, dan satu lagi di Tripoli, yang mendapat dukungan PBB. (*)
Pewarta : Chaidar Abdullah
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Harga minyak naik di tengah kekhawatiran atas Rusia, gangguan pasokan Libya
22 April 2022 6:21 WIB, 2022
Harga minyak naik karena pemadaman Libya menambah kekhawatiran pasokan Rusia
19 April 2022 6:06 WIB, 2022
Otoritas Libya bebaskan Saadi Gaddafi putra Muammar Gaddafi yang digulingkan
06 September 2021 10:22 WIB, 2021
Harga minyak tergelincir, tertekan kekhawatiran melonjaknya kasus COVID di India
27 April 2021 6:52 WIB, 2021
Harga minyak dunia jatuh ketika pasokan AS, Libya, Norwegia mulai beredar
13 October 2020 8:15 WIB, 2020