Muswandi memegang ranjau darat, untung tidak meledak
Selasa, 2 April 2019 11:09 WIB
Tim Jinak Bom Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Sumbar, sedang mengambil ranjau darat di belakang rumah warga Data Sungai Taleh, Nagari Baringin, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Senin (1/4). (Dok Polres Agam)
Lubukbasung (ANTARA) - Warga Data Sungai Taleh, Nagari Baringin, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menemukan satu unit handak militer jenis ranjau darat di belakang rumahnya, Sabtu (30/3), sekitar pukul 16.00 WIB.
Kapolres Agam AKBP Ferry Suwandi melalui Kasat Intelkam Iptu Dwi Triharyanto di Lubukbasung, Selasa, mengatakan ranjau darat berdiameter 12 centimeter dan berat sekitar dua kilogram itu ditemukan Muswardi (53) saat memanen ubi talas.
Saat itu ranjau darat yang ditutupi akar ubi talas terpegang oleh Muswardi dan ia menduga benda itu granat.
"Muswardi melaporkan temuan itu ke wali jorong setempat dan wali jorong melaporkan ke Bhabinkamtibmas Baringin pada Minggu (31/3) pukul 08.00 WIB," katanya.
Atas laporan itu, Bhabinkamtibmas langsung meninjau lokasi dan melaporkan ke Kapolsek Palembayan. Kapolsek dan anggota langsung ke lokasi untuk memastikan benda itu sembari memasang garis polisi agar tidak diganggu warga.
Di lokasi itu juga dijaga ketat anggota Bhabinkamtibmas dan masyarakat sekitar.
"Ini perintah dari Kapolres Agam agar benda itu tidak diganggu warga," tegasnya.
Setelah itu, Kapolres Agam membuat surat permintaan bantuan mengamankan benda itu ke Sat Brimob Polda Sumbar, Senin (1/4) pagi.
Pada Senin (1/4) sekitar pukul 21.00 WIB, Tim Penjinak Bom Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Sumbar dengan jumlah enam orang sampai ke lokasi untuk mengambil dan mengamankan ranjau itu.
Tim menggunakan baju body feast dan helm dalam melakukan evakuasi ranjau tersebut dan memasukkan ke dalam kotak yang berisi pasir kemudian dibungkus dengan selimut bom (bom blangket) untuk di bawa ke Mako Sat Brimob Polda Sumbar.
"Ranjau darat itu diperkirakan masih aktif dan di bawa ke Mako Sat Brimob Polda Sumbar," katanya. (*)
Kapolres Agam AKBP Ferry Suwandi melalui Kasat Intelkam Iptu Dwi Triharyanto di Lubukbasung, Selasa, mengatakan ranjau darat berdiameter 12 centimeter dan berat sekitar dua kilogram itu ditemukan Muswardi (53) saat memanen ubi talas.
Saat itu ranjau darat yang ditutupi akar ubi talas terpegang oleh Muswardi dan ia menduga benda itu granat.
"Muswardi melaporkan temuan itu ke wali jorong setempat dan wali jorong melaporkan ke Bhabinkamtibmas Baringin pada Minggu (31/3) pukul 08.00 WIB," katanya.
Atas laporan itu, Bhabinkamtibmas langsung meninjau lokasi dan melaporkan ke Kapolsek Palembayan. Kapolsek dan anggota langsung ke lokasi untuk memastikan benda itu sembari memasang garis polisi agar tidak diganggu warga.
Di lokasi itu juga dijaga ketat anggota Bhabinkamtibmas dan masyarakat sekitar.
"Ini perintah dari Kapolres Agam agar benda itu tidak diganggu warga," tegasnya.
Setelah itu, Kapolres Agam membuat surat permintaan bantuan mengamankan benda itu ke Sat Brimob Polda Sumbar, Senin (1/4) pagi.
Pada Senin (1/4) sekitar pukul 21.00 WIB, Tim Penjinak Bom Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Sumbar dengan jumlah enam orang sampai ke lokasi untuk mengambil dan mengamankan ranjau itu.
Tim menggunakan baju body feast dan helm dalam melakukan evakuasi ranjau tersebut dan memasukkan ke dalam kotak yang berisi pasir kemudian dibungkus dengan selimut bom (bom blangket) untuk di bawa ke Mako Sat Brimob Polda Sumbar.
"Ranjau darat itu diperkirakan masih aktif dan di bawa ke Mako Sat Brimob Polda Sumbar," katanya. (*)
Pewarta : Yusrizal
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KSOP: Pembangunan sisi darat Pelabuhan Teluk Tapang Air Bangis berdayakan tenaga kerja lokal
06 February 2026 4:39 WIB
Pembangunan sisi darat Pelabuhan Teluk Tapang Air Bangis Pasaman Barat segera dimulai
05 February 2026 20:08 WIB
Tim SAR udara-darat cari heli hilang kontak hari kedua di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan
02 September 2025 9:07 WIB
Pertama di Sumatera, Komunitas Pemasang Sticker gelar Kopdarnas di Bukittinggi
24 August 2025 12:55 WIB