Kepala SMAN Matraman Diperiksa Terkait Pelecehan Siswi
Rabu, 6 Maret 2013 15:09 WIB
Jakarta, (Antara Sumbar) - Penyidik Polda Metro Jaya meminta keterangan Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) di kawasan Matraman, Jakarta Timur, berinisial AY terkait dugaan pelecehan seksual mantan Wakil Kepala Sekolah, T terhadap siswinya, MA (17).
"Hari (Rabu) ini, kita periksa Kepala Sekolah, kemudian guru Tata Usaha, A dan guru bimbingan penyuluhan C sebagai saksi," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto di Jakarta, Rabu.
Rikwanto menjelaskan penyidik membutuhkan keterangan AY, Y dan C, karena akan dikonfirmasi dengan hasil pemeriksaan terhadap T.
Rikwanto mengatakan penyidik telah memeriksa T sebagai saksi bersamaan dengan pelapor, MA pada Selasa (6/3).
Sejauh ini, polisi belum menetapkan tersangka tindakan asusila yang dilaporkan pihak keluarga MA, karena masih proses mengumpulkan alat bukti.
Sebelumnya, pihak keluarga MA melaporkan seorang mantan Wakil Kepala Sekolah berinisial T terkait dugaan laporan pelecehan seksual dengan modus mengancam memberikan nilai pelajaran yang rendah.
MA melaporkan T ke Polda Metro Jaya, 9 Februari 2013, setelah pihak keluarga mencurigai psikologis siswa kelas XII SMA tersebut berubah dalam kesehariannya.
Berdasarkan keterangan laporan, saat menjabat Wakil Kepala Sekolah, T telah melakukan empat kali pelecehan seksual terhadap MA dalam kurun waktu Juni hingga Juli 2012.
Jika terbukti melakukan pelecehan seksual, T akan dijerat Pasal 81 dan Pasal 82 Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor 22 Tahun 2003 dengan ancaman 15 tahun penjara. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wamendikdasmen RI tinjau pembelajaran hari pertama pascabencana di SMA N 12 Padang
05 January 2026 8:42 WIB
Anggota DPRD Provinsi Sumbar Ali Muda bantu satu unit mobil operasional SMA N 2 Kinali Pasbar (Video)
01 December 2025 16:06 WIB
Update ledakan SMAN 72, Polisi sebut ABH beli bahan peledak secara online
21 November 2025 12:30 WIB
Sidak ke Bukittinggi, Ombudsman temukan 900 ijazah pelajar tertahan di sekolah
20 November 2025 16:59 WIB