Pertamina optimistis seluruh impor BBM turun 2019
Rabu, 28 November 2018 13:38 WIB
Seorang petugas Pertamina memeriksa truk tangki pengisian bahan bakar pesawat Avtur. (ANTARA SUMBAR/Dokumen Pertamina MOR I)
Jakarta, (Antaranews Sumbar) - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati optimistis pada 2019 porsi keseluruhan impor bahan bakar minyak (BBM) bisa turun secara drastis.
"Tahun depan seluruh impor bisa kami turunkan," kata Nicke Widyawati di Jakarta, Rabu, usai membuka acara Pertamina Energy Forum 2018.
Nicke juga menjelaskan berbagai upaya yang sudah dilakukan Pertamina untuk menurunkan angka impor di sektor minyak dan gas bumi.
Pertama, dengan memaksimalkan program B20 atau campuran 20 persen penggunaan biodiesel maka konsumsi penggunaan solar juga akan berkurang sebab sudah dicampur dengan "green fuel".
Kemudian, konversi kilang yang sudah eksisting untuk menghasilkan "green fuel", kilang tersebut adalah Kilang Plaju dan Balongan. Selanjutnya, dari konsumen elpiji yang terus meningkat, Pertamina berinisiatif menggunakan coal gas atau gasifikasi dari batu bara yang mampu menekan impor elpiji hingga 70 persen.
Coal gas dapat menghasilkan DME (dimetil eter) yang mampu mengurangi penggunaan konsumsi elpiji.
Sebelumnya, terkait B20, PT Pertamina (Persero) siap menyalurkan bahan bakar biodiesel 20 persen (B20) kepada pengguna akhir melalui 112 terminal bahan bakar minyak (TBBM).
Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati mengatakan kesiapan tersebut sebagai bentuk implementasi kebijakan mandatory B20 yang diimplementasikan mulai 1 September ini.
"Untuk mendorong peningkatan jumlah pengguna bahan bakar biodiesel yang ramah lingkungan ini, kami sudah siap dan seluruh fasilitas Pertamina sudah siap 100 persen untuk mencampur dan menyalurkan biodiesel sebagai implementasi kebijakan mandatori B20," kata Nicke.
Nicke menjelaskan dari 60 Terminal BBM yang telah menyalurkan B20, Pertamina mencatat sejumlah TBBM dengan penyaluran tertinggi seperti TBBM Jakarta Group, TBBM Kotabaru Group, TBBM Surabaya dan TBBM Balikpapan. (*)
"Tahun depan seluruh impor bisa kami turunkan," kata Nicke Widyawati di Jakarta, Rabu, usai membuka acara Pertamina Energy Forum 2018.
Nicke juga menjelaskan berbagai upaya yang sudah dilakukan Pertamina untuk menurunkan angka impor di sektor minyak dan gas bumi.
Pertama, dengan memaksimalkan program B20 atau campuran 20 persen penggunaan biodiesel maka konsumsi penggunaan solar juga akan berkurang sebab sudah dicampur dengan "green fuel".
Kemudian, konversi kilang yang sudah eksisting untuk menghasilkan "green fuel", kilang tersebut adalah Kilang Plaju dan Balongan. Selanjutnya, dari konsumen elpiji yang terus meningkat, Pertamina berinisiatif menggunakan coal gas atau gasifikasi dari batu bara yang mampu menekan impor elpiji hingga 70 persen.
Coal gas dapat menghasilkan DME (dimetil eter) yang mampu mengurangi penggunaan konsumsi elpiji.
Sebelumnya, terkait B20, PT Pertamina (Persero) siap menyalurkan bahan bakar biodiesel 20 persen (B20) kepada pengguna akhir melalui 112 terminal bahan bakar minyak (TBBM).
Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati mengatakan kesiapan tersebut sebagai bentuk implementasi kebijakan mandatory B20 yang diimplementasikan mulai 1 September ini.
"Untuk mendorong peningkatan jumlah pengguna bahan bakar biodiesel yang ramah lingkungan ini, kami sudah siap dan seluruh fasilitas Pertamina sudah siap 100 persen untuk mencampur dan menyalurkan biodiesel sebagai implementasi kebijakan mandatori B20," kata Nicke.
Nicke menjelaskan dari 60 Terminal BBM yang telah menyalurkan B20, Pertamina mencatat sejumlah TBBM dengan penyaluran tertinggi seperti TBBM Jakarta Group, TBBM Kotabaru Group, TBBM Surabaya dan TBBM Balikpapan. (*)
Pewarta : Afut Syafril Nursyirwan
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kolaborasi Pertamina--Astra UD Trucks, Elnusa Petrofin Perkuat Standar Armada Logistik Energi
30 January 2026 11:15 WIB
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Sabtu (14/02/2026) hari ini, emas UBS Rp2,961 juta per gr, Galeri24 Rp2,938 juta per gr
14 February 2026 6:25 WIB
Jumat (13/02/2026) pagi emas UBS Rp3,008 juta/gr dan Galeri24 Rp2,992 juta/gr
13 February 2026 8:29 WIB
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB
Harga Emas Antam turun Rp7.000 ke angka Rp2,947 juta per gram, Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:32 WIB
Simak harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian yang naik Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:09 WIB
Harga emas Antam Selasa (10/02/2026) hari ini naik Rp14.000 menjadi Rp2,954 juta/gram
10 February 2026 10:00 WIB
Selasa (10/02/2026) hari ini emas UBS Rp2,993 juta/gr dan Galeri24 Rp2,979 juta/gr
10 February 2026 9:02 WIB
Harga emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Senin (09/02/2026) hari ini, simak daftarnya
09 February 2026 9:06 WIB