Tikar ruyung Pariaman diminati Prancis dan Thailand
Jumat, 2 November 2018 14:53 WIB
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Usaha Kecil Menengah Kota Pariaman Gusniyetti Zaunit memperlihatkan contoh tikar ruyung asal daerah itu. (Antara Sumbar/Muhammad Zulfikar)
Pariaman, (Antaranews Sumbar) - Hasil kerajinan lokal asal Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), berhasil menembus pasar internasional melalui kegiatan Trade Expo Indonesia yang diselenggarakan beberapa waktu lalu di Tanggerang.
"Hasil kerajinan yang berhasil menembus pasar internasional tersebut yaitu tikar ruyung dari Desa Talago Sariak Kecamatan Pariaman Timur," kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Usaha Kecil Menengah Kota Pariaman Gusniyetti Zaunit di Pariaman, Jumat.
Tikar ruyung tersebut telah dipesan langsung oleh beberapa negara diantaranya Prancis dan Thailand dalam jumlah besar.
"Permintaan tikar ruyung ini dalam jumlah besar dan harus sesuai standar dari negara pemesan. Oleh sebab itu saat ini pemilik Usaha Kecil Menengah juga sedang memenuhinya," kata dia.
Kemudian ujar dia, pada Januari 2019 dua negara pemesan tikar ruyung tersebut direncanakan datang langsung ke Kota Pariaman untuk meninjau rumah produksinya.
Selain itu katanya, saat ini pemerintah daerah juga sedang berupaya memfasilitasi pelaku UKM yang ada di daerah itu untuk bisa menembus pasar nasional bahkan internasional.
Menurut dia, aneka hasil kerajinan daerah Pariaman cukup memiliki daya tarik jual di tingkat pasar nasional bahkan internasional. Sebagai contoh, tikar ruyung, anyaman lidi, sulaman benang emas, rajutan dan lain sebagainya.
"Hasil kerajinan daerah kita cukup memiliki potensi, hanya saja belum terkelola secara maksimal," katanya.
Sementara itu Sulaiman Tanjung pemilik usaha tikar ruyung mengatakan untuk menyelesaikan satu tikar tersebut dibutuhkan tiga orang karyawan.
"Saat ini saya membutuhkan tambahan karyawan sekitar 300 hingga 500 orang untuk membantu memenuhi permintaan pesanan dari luar negeri," kata dia.
Terkait legalitas usaha, pihaknya saat ini juga sedang mengurus surat-surat dalam rangka perizinan seperti profil perusahaan agar bisa menembus pasar nasional dan internasional.
"Hasil kerajinan yang berhasil menembus pasar internasional tersebut yaitu tikar ruyung dari Desa Talago Sariak Kecamatan Pariaman Timur," kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Usaha Kecil Menengah Kota Pariaman Gusniyetti Zaunit di Pariaman, Jumat.
Tikar ruyung tersebut telah dipesan langsung oleh beberapa negara diantaranya Prancis dan Thailand dalam jumlah besar.
"Permintaan tikar ruyung ini dalam jumlah besar dan harus sesuai standar dari negara pemesan. Oleh sebab itu saat ini pemilik Usaha Kecil Menengah juga sedang memenuhinya," kata dia.
Kemudian ujar dia, pada Januari 2019 dua negara pemesan tikar ruyung tersebut direncanakan datang langsung ke Kota Pariaman untuk meninjau rumah produksinya.
Selain itu katanya, saat ini pemerintah daerah juga sedang berupaya memfasilitasi pelaku UKM yang ada di daerah itu untuk bisa menembus pasar nasional bahkan internasional.
Menurut dia, aneka hasil kerajinan daerah Pariaman cukup memiliki daya tarik jual di tingkat pasar nasional bahkan internasional. Sebagai contoh, tikar ruyung, anyaman lidi, sulaman benang emas, rajutan dan lain sebagainya.
"Hasil kerajinan daerah kita cukup memiliki potensi, hanya saja belum terkelola secara maksimal," katanya.
Sementara itu Sulaiman Tanjung pemilik usaha tikar ruyung mengatakan untuk menyelesaikan satu tikar tersebut dibutuhkan tiga orang karyawan.
"Saat ini saya membutuhkan tambahan karyawan sekitar 300 hingga 500 orang untuk membantu memenuhi permintaan pesanan dari luar negeri," kata dia.
Terkait legalitas usaha, pihaknya saat ini juga sedang mengurus surat-surat dalam rangka perizinan seperti profil perusahaan agar bisa menembus pasar nasional dan internasional.
Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sumbar optimistis kerajinan berbahan baku batang kelapa Pariaman tembus pasar Eropa
10 August 2018 13:33 WIB, 2018
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Jumat (13/02/2026) pagi emas UBS Rp3,008 juta/gr dan Galeri24 Rp2,992 juta/gr
13 February 2026 8:29 WIB
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB
Harga Emas Antam turun Rp7.000 ke angka Rp2,947 juta per gram, Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:32 WIB
Simak harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian yang naik Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:09 WIB
Harga emas Antam Selasa (10/02/2026) hari ini naik Rp14.000 menjadi Rp2,954 juta/gram
10 February 2026 10:00 WIB
Selasa (10/02/2026) hari ini emas UBS Rp2,993 juta/gr dan Galeri24 Rp2,979 juta/gr
10 February 2026 9:02 WIB