Peluru sering nyasar ke gedung DPR, Polri rekomendasikan relokasi lapangan tembak Senayan
Kamis, 18 Oktober 2018 14:11 WIB
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo. (cc)
Jakarta (Antaranews Sumbar) - Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan Polri akan memberikan rekomendasi dari segi keamanan bila diminta Pemprov DKI terkait wacana relokasi Lapangan Tembak Senayan, menyusul terjadinya penembakan salah sasaran ke Gedung DPR RI.
"Polri hanya memberikan rekomendasi dari perspektif keamanan bila diminta," kata Brigjen Dedi di Jakarta, Kamis.
Kewenangan pemindahan lokasi lapangan tembak, menurutnya, ada di Pemprov DKI, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin).
"Pemprov yang berkompeten bersama KONI dan Perbakin," katanya.
Sementara Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pihaknya akan merevisi tata ruang dan rencana wilayah Jakarta pada 2019, termasuk juga mengkaji kemungkinan relokasi Lapangan Tembak Senayan.
"Nanti kami cek secara tata ruang seperti apa," kata Anies.
Sebelumnya, peluru diduga dari senjata api yang ditembakkan dari Lapangan Tembak Senayan menembus ruangan beberapa anggota DPR RI di antaranya Wenny Warouw di lantai 16 dan Bambang Heri Purnama di lantai 13 pada Senin (15/10) sekitar pukul 14.40 WIB.
Kemudian pada Rabu (17/10), ditemukan bekas tembakan di ruangan anggota Fraksi Partai Demokrat, Khatibul Umam Wiranu di lantai 9.
Bekas penembakan juga ditemukan di ruangan anggota Fraksi Partai Demokrat, Vivi Sumantri Jayabaya di lantai 10 dan di ruangan anggota Fraksi PAN Totok Daryanto di lantai 20 Gedung Nusantara 1, Komplek Parlemen.
Polri pun sudah menetapkan dua tersangka atas kejadian itu yakni inisial I dan R yang merupakan ASN Kementerian Perhubungan namun tidak tercatat sebagai anggota Perbakin.
Bila terbukti bersalah, keduanya akan dijerat dengan Pasal 1 Ayat 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. (*)
"Polri hanya memberikan rekomendasi dari perspektif keamanan bila diminta," kata Brigjen Dedi di Jakarta, Kamis.
Kewenangan pemindahan lokasi lapangan tembak, menurutnya, ada di Pemprov DKI, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin).
"Pemprov yang berkompeten bersama KONI dan Perbakin," katanya.
Sementara Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pihaknya akan merevisi tata ruang dan rencana wilayah Jakarta pada 2019, termasuk juga mengkaji kemungkinan relokasi Lapangan Tembak Senayan.
"Nanti kami cek secara tata ruang seperti apa," kata Anies.
Sebelumnya, peluru diduga dari senjata api yang ditembakkan dari Lapangan Tembak Senayan menembus ruangan beberapa anggota DPR RI di antaranya Wenny Warouw di lantai 16 dan Bambang Heri Purnama di lantai 13 pada Senin (15/10) sekitar pukul 14.40 WIB.
Kemudian pada Rabu (17/10), ditemukan bekas tembakan di ruangan anggota Fraksi Partai Demokrat, Khatibul Umam Wiranu di lantai 9.
Bekas penembakan juga ditemukan di ruangan anggota Fraksi Partai Demokrat, Vivi Sumantri Jayabaya di lantai 10 dan di ruangan anggota Fraksi PAN Totok Daryanto di lantai 20 Gedung Nusantara 1, Komplek Parlemen.
Polri pun sudah menetapkan dua tersangka atas kejadian itu yakni inisial I dan R yang merupakan ASN Kementerian Perhubungan namun tidak tercatat sebagai anggota Perbakin.
Bila terbukti bersalah, keduanya akan dijerat dengan Pasal 1 Ayat 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. (*)
Pewarta : Anita Permata Dewi
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polri pertimbangkan harapan masyarakat agar Richard Eliezer kembali ke Brimob
16 February 2023 18:02 WIB, 2023
Polri jadwalkan sidang etik Richard Eliezer, tentukan kembali ke Polri atau diberhentikan?
16 February 2023 10:13 WIB, 2023
Polri salurkan 1.000 selimut dan 300 kasur lipat ke koban gempa Cianjur
22 November 2022 11:17 WIB, 2022
Bareskrim selidik dugaan pidana obat sirop penyebab gagal ginjal anak
24 October 2022 12:04 WIB, 2022