Padang, (Antaranews Sumbar) - Peringatan HUT TNI ke-73 di Padang, Sumatera Barat (Sumbar), ditutup dengan "sailing pass" dan penghormatan dari kapal yang melintas di perairan depan pantai Muaro Lasak, Padang, Minggu.
"Parade sailing pass serta penghormatan dari kapal digelar khusus untuk disuguhkan ke masyarakat sekaligus menutup kegiatan HUT TNI," kata Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) II Laksamana Pertama TNI Agus Sulaman, di Padang, Minggu.
Parade itu dilakukan oleh dua KRI di bawah jajaran lantamal Padang, yaitu KRI Kurau, dan KRI Kala Hitam.
Selain itu juga diikuti kapal Satrol, Kapal Sinyaru Lantamal II, Kapal Polair, Kapal KPLP, dan Kapal Kantor Pencarian dan Penyelamatan (Basarnas) Padang.
Ratusan warga tampak antusias menyaksikan parade sejumlah kapal tersebut.
Sailing pass juga disaksikan Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah, Danrem o32 Wirabraja, yang hadir di lokasi.
“Ini pelajaran yang berharga bagi masyarakat, terutama generasi muda, untuk pengenalan dan sosialisasi kemaritiman dan laut, diharapkan menambah kecintaan masyarakat," katanya.
Sebelum melaksanakan sailing pass, dua KRI juga sempat menyuguhkan demonstrasi penyerangan dan penguasaan kembali daratan.
Skenario berawal saat KRI berusaha melumpuhkan benteng-benteng dan kekuatan lawan yang nampak di daratan.
Usai benteng lawan dihancurkan, dilanjutkan dengan Raid Amfibi dari pasukan Yonmarhanlan II untuk pembebasan Sandra serta penghancuran sasaran ke darat.
Pada bagian lain, parade sailing pass menjadi penutup rangkaian kegiatan HUT TNI ke-73 yang terpusat di Monumen Merpati Perdamaian, Pantai Muaro Lasak, sejak Jumat (5/10), hingga Minggu (7/10).
Berbagai kegiatan telah digelar sejak Jumat, seperti pameran Alat Utama Sistem Pertahanan (Alutsista) berupa senjata, dan peralatan lainnya.
Setidaknya ada enam tenda utama yang didirikan untuk memamerkan berbagai alutsista milik TNI Angkatan Laut, Angkatan Udara, Angkatan Darat, Polri, serta peralatan dari Kantor Pencarian dan Penyelamatan Padang, serta BMKG.
Juga terdapat penampilan paramotor dari TNI AU, bela diri Yong Moo do dari TNI AD, penjinakkan bom dari polisi, dan lainnya.***
"Parade sailing pass serta penghormatan dari kapal digelar khusus untuk disuguhkan ke masyarakat sekaligus menutup kegiatan HUT TNI," kata Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) II Laksamana Pertama TNI Agus Sulaman, di Padang, Minggu.
Parade itu dilakukan oleh dua KRI di bawah jajaran lantamal Padang, yaitu KRI Kurau, dan KRI Kala Hitam.
Selain itu juga diikuti kapal Satrol, Kapal Sinyaru Lantamal II, Kapal Polair, Kapal KPLP, dan Kapal Kantor Pencarian dan Penyelamatan (Basarnas) Padang.
Ratusan warga tampak antusias menyaksikan parade sejumlah kapal tersebut.
Sailing pass juga disaksikan Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah, Danrem o32 Wirabraja, yang hadir di lokasi.
“Ini pelajaran yang berharga bagi masyarakat, terutama generasi muda, untuk pengenalan dan sosialisasi kemaritiman dan laut, diharapkan menambah kecintaan masyarakat," katanya.
Sebelum melaksanakan sailing pass, dua KRI juga sempat menyuguhkan demonstrasi penyerangan dan penguasaan kembali daratan.
Skenario berawal saat KRI berusaha melumpuhkan benteng-benteng dan kekuatan lawan yang nampak di daratan.
Usai benteng lawan dihancurkan, dilanjutkan dengan Raid Amfibi dari pasukan Yonmarhanlan II untuk pembebasan Sandra serta penghancuran sasaran ke darat.
Pada bagian lain, parade sailing pass menjadi penutup rangkaian kegiatan HUT TNI ke-73 yang terpusat di Monumen Merpati Perdamaian, Pantai Muaro Lasak, sejak Jumat (5/10), hingga Minggu (7/10).
Berbagai kegiatan telah digelar sejak Jumat, seperti pameran Alat Utama Sistem Pertahanan (Alutsista) berupa senjata, dan peralatan lainnya.
Setidaknya ada enam tenda utama yang didirikan untuk memamerkan berbagai alutsista milik TNI Angkatan Laut, Angkatan Udara, Angkatan Darat, Polri, serta peralatan dari Kantor Pencarian dan Penyelamatan Padang, serta BMKG.
Juga terdapat penampilan paramotor dari TNI AU, bela diri Yong Moo do dari TNI AD, penjinakkan bom dari polisi, dan lainnya.***