Menpora desak PSSI dan operator kompetisi tata suporter
Senin, 1 Oktober 2018 19:19 WIB
Menpora, Imam Nahrawi.
Jakarta, (Antaranews Sumbar) - Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mendesak Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan operator kompetisi merumuskan regulasi penataan suporter sepak bola di Indonesia.
"Dan itu butuh diterapkan secara konsisten, supaya menimbulkan efek jera," kata Imam saat membuka Silaturahmi Suporter Sepak Bola 2018 bersama Menpora di Auditorium Kemenpora, Jakarta, Senin.
Harapannya, dengan penegasan regulasi tersebut, kekerasan suporter bahkan yang hingga merenggut nyawa sebagaimana dialami suporter Persija Haringga Sirila pada 23 September 2018 bisa dicegah.
Menurut Imam, pemerintah memiliki kepentingan untuk memastikan keberadaan regulasi tersebut beserta pelaksanaannya mengingat peran krusial suporter bagi sepak bola, yang dinilai penting untuk meningkatkan persaudaraan.
"Pemerintah akan mengawal baik karena berkepentingan untuk meningkatkan persaudaraan," katanya.
"Jadi bagaimana menjadikan suporter sebagai aset berharga yang harus dirawat," ujar Imam menambahkan.
Di sisi lain, lanjut Imam, edukasi juga perlu digalakkan di semua lini yang terlibat dalam kompetisi sepak bola di Indonesia
"Semua yang terlibat harus mengedukasi diri, baik itu wasit, ofisial, pelatih, pemain, bahkan media," ujarnya.
Imam juga meminta kepada pemegang hak siar pertandingan sepak bola lokal untuk menghentikan siaran langsung jika di stadion terdengar yel-yel bernada kekerasan dari para suporter.
"Jangan sampai anak-anak kita, anak-anak saya mendengarkan itu dan menirukan," pungkas Imam. (*)
"Dan itu butuh diterapkan secara konsisten, supaya menimbulkan efek jera," kata Imam saat membuka Silaturahmi Suporter Sepak Bola 2018 bersama Menpora di Auditorium Kemenpora, Jakarta, Senin.
Harapannya, dengan penegasan regulasi tersebut, kekerasan suporter bahkan yang hingga merenggut nyawa sebagaimana dialami suporter Persija Haringga Sirila pada 23 September 2018 bisa dicegah.
Menurut Imam, pemerintah memiliki kepentingan untuk memastikan keberadaan regulasi tersebut beserta pelaksanaannya mengingat peran krusial suporter bagi sepak bola, yang dinilai penting untuk meningkatkan persaudaraan.
"Pemerintah akan mengawal baik karena berkepentingan untuk meningkatkan persaudaraan," katanya.
"Jadi bagaimana menjadikan suporter sebagai aset berharga yang harus dirawat," ujar Imam menambahkan.
Di sisi lain, lanjut Imam, edukasi juga perlu digalakkan di semua lini yang terlibat dalam kompetisi sepak bola di Indonesia
"Semua yang terlibat harus mengedukasi diri, baik itu wasit, ofisial, pelatih, pemain, bahkan media," ujarnya.
Imam juga meminta kepada pemegang hak siar pertandingan sepak bola lokal untuk menghentikan siaran langsung jika di stadion terdengar yel-yel bernada kekerasan dari para suporter.
"Jangan sampai anak-anak kita, anak-anak saya mendengarkan itu dan menirukan," pungkas Imam. (*)
Pewarta : Gilang Galiartha
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gubernur Sumbar dan pelatih legendaris Suhatman Imam hadiri kick off "Bola Gembira" Piala Dunia
01 February 2026 11:22 WIB
Warga terdampak bencana Palembayan, Agam terbantu pendistribusian air bersih TNI (Video)
25 January 2026 16:02 WIB
Wabup Dharmasraya serahkan santunan kematian kepada ahli waris imam-khatib masjid
22 October 2025 16:12 WIB
Terpopuler - Olahraga
Lihat Juga
Klasemen BRI Super Legue pekan ke-21, Sabtu (14/2/2026), edisi tuan rumah kalah
14 February 2026 21:28 WIB
Klasemen BRI Super League pekan ke-21 Jumat (13/2/2026), Malut pepet Persija, Semen Padang tetap ke-16
13 February 2026 21:24 WIB