Unand Padang kirim tim medis bantu korban gempa Palu
Senin, 1 Oktober 2018 16:45 WIB
Unand kirim tenaga medis untuk bantu korban bencana gempa dan tsunami di Palu. (Ist)
Padang, (Antara) - Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera Barat (Sumbar) mengirim tim medis untuk membantu korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala di Provinsi Sulawesi Tengah.
"Tim yang kami kirim ini terdiri dari satu dokter bedah torak, dokter bedah ortopedi, dokter anastesi, dua dokter residen bedah dan dua perawat. emergensi operasi pada patah tulang dan kelainan bedah lainnya," kata Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK Unand) Wirsma Arif Harahap di Padang, Senin.
Ia menjelaskan, tim dari Unand tersebut dijadwalkan akan berada di Palu selama satu minggu tergabung dengan tim medis lainnya dan bekerjasama dengan rumah sakit polri dan rumah sakit tentara.
Selain itu katanya, tim yang diberangkatkan tersebut juga dibekali dengan obat-obatan dan peralatan yang mumpuni, hal ini dimaksudkan untuk tidak terjadi ketergantungan dengan hal-hal lainnya dan para korban mendapat penanganan pengobatan yang maksimal.
Ia menyebutkan, peralatan medis dan obat-obatan yang dibawa tersebut beratnya lebih kurang 200 kilogram. untuk itu ia berharap pihak maskapai penerbangan dapat memberikan pertimbangan dispensasi untuk bisa mengangkut seluruh barang tersebut sampai dilokasi bencana.
"Untuk sementara tim ini kami persiapkan selama satu minggu, jika nanti masih diperlukan durasinya bisa diperpanjang atau diganti dengan tim medis lainnya. Saat ini ada beberapa ortoped yang siap diberangkatkan," katanya.
Lebih lanjut, Wirsma menyebutkan, dokter spesialis yang dikirim kelokasi bencana tersebut berdasarkan pengalaman dimana kebanyakan korban gempa dan tsunami rata-rata mengalami patah tulang dan luka robek.
"Makanya kami kirim dokter bedah dan anastesi agar tidak tergantung dengan dokter setempat, dan memudahkan penanganan korban," katanya.
Bantuan Pendidikan
Selain mengirimkan tenaga medis, FK Unand juga memberikan bantuan pendidikan bagi mahasiswa dan mahasiswi fakultas kedokteran Universitas Tadulako yang ingin melanjutkan pendidikan di FK Unand.
"Kami tadi sudah mengontak Dekan FK Universitas Tadulako, bagi mahasiswa yang ingin tetap kuliah kami siapkan. karena saat ini bangunan Universitas Tadulako mengalami kerusakan akibat gempa mencapai 70 persen," katanya.*
"Tim yang kami kirim ini terdiri dari satu dokter bedah torak, dokter bedah ortopedi, dokter anastesi, dua dokter residen bedah dan dua perawat. emergensi operasi pada patah tulang dan kelainan bedah lainnya," kata Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK Unand) Wirsma Arif Harahap di Padang, Senin.
Ia menjelaskan, tim dari Unand tersebut dijadwalkan akan berada di Palu selama satu minggu tergabung dengan tim medis lainnya dan bekerjasama dengan rumah sakit polri dan rumah sakit tentara.
Selain itu katanya, tim yang diberangkatkan tersebut juga dibekali dengan obat-obatan dan peralatan yang mumpuni, hal ini dimaksudkan untuk tidak terjadi ketergantungan dengan hal-hal lainnya dan para korban mendapat penanganan pengobatan yang maksimal.
Ia menyebutkan, peralatan medis dan obat-obatan yang dibawa tersebut beratnya lebih kurang 200 kilogram. untuk itu ia berharap pihak maskapai penerbangan dapat memberikan pertimbangan dispensasi untuk bisa mengangkut seluruh barang tersebut sampai dilokasi bencana.
"Untuk sementara tim ini kami persiapkan selama satu minggu, jika nanti masih diperlukan durasinya bisa diperpanjang atau diganti dengan tim medis lainnya. Saat ini ada beberapa ortoped yang siap diberangkatkan," katanya.
Lebih lanjut, Wirsma menyebutkan, dokter spesialis yang dikirim kelokasi bencana tersebut berdasarkan pengalaman dimana kebanyakan korban gempa dan tsunami rata-rata mengalami patah tulang dan luka robek.
"Makanya kami kirim dokter bedah dan anastesi agar tidak tergantung dengan dokter setempat, dan memudahkan penanganan korban," katanya.
Bantuan Pendidikan
Selain mengirimkan tenaga medis, FK Unand juga memberikan bantuan pendidikan bagi mahasiswa dan mahasiswi fakultas kedokteran Universitas Tadulako yang ingin melanjutkan pendidikan di FK Unand.
"Kami tadi sudah mengontak Dekan FK Universitas Tadulako, bagi mahasiswa yang ingin tetap kuliah kami siapkan. karena saat ini bangunan Universitas Tadulako mengalami kerusakan akibat gempa mencapai 70 persen," katanya.*
Pewarta : Agung Pambudi
Editor : Siri Antoni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BNPB pastikan 15 luka dan 100 warga Flores Timur NTT dievakuasi karena gempa
09 April 2026 15:49 WIB
Gempa Magnitudo 5,7 guncang Tuapejat Sabtu sore, getaran terasa hingga ke Kota Padang
04 April 2026 18:33 WIB
Terpopuler - Siaga Bencana
Lihat Juga
Sumbar butuh skuadron SAR sebagai mitigasi bencana, legislator Sumbar paparkan alasannya
25 February 2026 20:56 WIB
Menteri PU tiga hari pantau rehab-rekon daerah terdampak bencana di Sumbar
29 January 2026 15:58 WIB
23 personel Marinir menjadi korban dalam bencana tanah longsor di Bandung Barat
26 January 2026 20:24 WIB
Duka daerah tetangga "Kota Kembang", 80 korban longsor di Cisarua masih dicari
25 January 2026 12:23 WIB