18 jenazah korban gempa dimakamkan secara massal di Poboya
Senin, 1 Oktober 2018 13:48 WIB
Warga mencari korban gempa dan tsunami yang tewas di RS Bhayangkara, Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9). BNPB merilis jumlah korban yang meninggal dunia akibat gempa dan tsunami yang melanda Kota Palu tercatat 420 orang hingga Sabtu (29/9) malam. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc/18)
Jakarta, (Antaranews Sumbar) - Sebanyak 18 jenazah korban gempa berkekuatan 7,4 Skala Richter yang episentrumnya di Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9), dimakamkan secara massal di Kelurahan Poboyo, Kota Palu, Senin.
Berdasarkan laporan dari pewarta foto Antara Muhammad Adimaja di lokasi, seluruh jenazah yang dimakamkan secara massal di lokasi tersebut merupakan warga Kota Palu.
Pemakaman secara massal dari korban gempa dan tsunami di Kota Palu itu akan dilakukan secara bertahap mengingat alat transportasi untuk membawa jenazah ke lokasi pemakaman juga terbatas.
Sebelumnya, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan pada Minggu (30/9) telah dimulai pemakaman massal secara layak bagi korban meninggal dunia.
Pemakaman massal, kata dia, dilakukan dengan pertimbangan dampak kesehatan bagi warga yang selamat dari gempa dan tsunami yang melanda Donggala dan Kota Palu.
Jenazah yang dimakamkan secara massal hanya dilakukan untuk yang telah diidentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Palu.
Berdasarkan data Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) hingga Minggu (30/9), pukul 20.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi dan tsunami di Donggala dan Palu mencapai 1.203 orang.
"Korban meninggal 1.203 yang tersebar di beberapa titik, jumlah korban terbesar terdapat di Kelurahan Petobo yang rata oleh terjangan tsunami," kata Vice President ACT Insan Nurrohman.
Berikut rincian data korban yang didapat dari tim ACT di lapangan, yaitu di Kelurahan Petobo 700 orang, RS Wirabuana 10 orang, RS Undata 201 orang, Masjid Raya 50 orang, RS Bhayangkara 161 orang, Kecamatan Tawaeli 35 orang, Kelurahan Kayumalue Pajeko dua orang, Kelurahan Kawatuna lima orang, Pos Pol PP tujuh orang, RS Madani 32 orang.
Jumlah orang hilang 46 orang, termasuk 61 warga negara asing.
ACT juga mencatat korban luka berat sebanyak 540 orang yang tersebar di beberapa titik, yaitu RS Woodward Palu sebanyak 28 orang, RS Budi Agung Palu 114 orang, RS Samaritan Palu 54 orang, RS Undata Mamboro Palu 160 orang, dan RS Wirabuana 184 orang.
Jumlah pengungsi di Kota Palu hingga Minggu (30/9), pukul 20.00 WIB, diperkirakan 16.732 jiwa tersebar di 123 titik pengungsian dengan wilayah terdampak Kota Palu, Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong.
"Komunikasi lumpuh akibat listrik padam menyebabkan pendataan dan pelaporan dampak gempa dan tsunami di Kota Palu dan Donggala tidak dapat dilakukan dengan cepat," kata Insan. (*)
Berdasarkan laporan dari pewarta foto Antara Muhammad Adimaja di lokasi, seluruh jenazah yang dimakamkan secara massal di lokasi tersebut merupakan warga Kota Palu.
Pemakaman secara massal dari korban gempa dan tsunami di Kota Palu itu akan dilakukan secara bertahap mengingat alat transportasi untuk membawa jenazah ke lokasi pemakaman juga terbatas.
Sebelumnya, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan pada Minggu (30/9) telah dimulai pemakaman massal secara layak bagi korban meninggal dunia.
Pemakaman massal, kata dia, dilakukan dengan pertimbangan dampak kesehatan bagi warga yang selamat dari gempa dan tsunami yang melanda Donggala dan Kota Palu.
Jenazah yang dimakamkan secara massal hanya dilakukan untuk yang telah diidentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Palu.
Berdasarkan data Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) hingga Minggu (30/9), pukul 20.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi dan tsunami di Donggala dan Palu mencapai 1.203 orang.
"Korban meninggal 1.203 yang tersebar di beberapa titik, jumlah korban terbesar terdapat di Kelurahan Petobo yang rata oleh terjangan tsunami," kata Vice President ACT Insan Nurrohman.
Berikut rincian data korban yang didapat dari tim ACT di lapangan, yaitu di Kelurahan Petobo 700 orang, RS Wirabuana 10 orang, RS Undata 201 orang, Masjid Raya 50 orang, RS Bhayangkara 161 orang, Kecamatan Tawaeli 35 orang, Kelurahan Kayumalue Pajeko dua orang, Kelurahan Kawatuna lima orang, Pos Pol PP tujuh orang, RS Madani 32 orang.
Jumlah orang hilang 46 orang, termasuk 61 warga negara asing.
ACT juga mencatat korban luka berat sebanyak 540 orang yang tersebar di beberapa titik, yaitu RS Woodward Palu sebanyak 28 orang, RS Budi Agung Palu 114 orang, RS Samaritan Palu 54 orang, RS Undata Mamboro Palu 160 orang, dan RS Wirabuana 184 orang.
Jumlah pengungsi di Kota Palu hingga Minggu (30/9), pukul 20.00 WIB, diperkirakan 16.732 jiwa tersebar di 123 titik pengungsian dengan wilayah terdampak Kota Palu, Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong.
"Komunikasi lumpuh akibat listrik padam menyebabkan pendataan dan pelaporan dampak gempa dan tsunami di Kota Palu dan Donggala tidak dapat dilakukan dengan cepat," kata Insan. (*)
Pewarta : Muhammad Adimaja dan Virna P Setyorini
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Jadi kawasan agrowisata favorit Kota Palu, kebun anggur Duyu bangkit bukti kerja GTRA
28 January 2026 18:00 WIB
Cerita petani anggur Duyu Bangkit: Reforma agraria tak hanya soal tanah, tapi juga kemandirian
12 November 2025 12:27 WIB
Polisi temukan sejumlah obat di TKP tewasnya seorang wartawan di Jakarta Barat
06 April 2025 18:36 WIB, 2025
KPU Padang Panjang ketok palu hasil rekapitulasi perolehan suara Pilkada 2024 (Video)
02 December 2024 18:36 WIB, 2024
Terpopuler - Siaga Bencana
Lihat Juga
Sumbar butuh skuadron SAR sebagai mitigasi bencana, legislator Sumbar paparkan alasannya
25 February 2026 20:56 WIB
Menteri PU tiga hari pantau rehab-rekon daerah terdampak bencana di Sumbar
29 January 2026 15:58 WIB
23 personel Marinir menjadi korban dalam bencana tanah longsor di Bandung Barat
26 January 2026 20:24 WIB
Duka daerah tetangga "Kota Kembang", 80 korban longsor di Cisarua masih dicari
25 January 2026 12:23 WIB