Bukan hanya madu, berikut manfaat lebah untuk manusia
Senin, 13 Agustus 2018 7:46 WIB
Peneliti lebah dan madu dari STKIP PGRI Sumbar Dr Jasmi. (Antara Sumbar/M R Denya)
Padang, (Antaranews Sumbar) - Peneliti dan pengamat bidang hewan lebah dari STKIP PGRI Sumatera Barat Dr Jasmi menilai keuntungan ekonomi membudidayakan salah satu serangga tersebut bukan hanya pada produksi madu melainkan juga royal jelly, lilin, bipollen serta jasanya.
"Bahkan Royal Jelly harganya bisa jutaan hingga milyaran rupiah," kata dia di Padang, Senin.
Menurutnya untuk mendapatkan 250 ml royal jelly saja membutuhkan 1.000 koloni atau kumpulan lebah.
Sebab untuk mendapatkan cairan 1.000 ratu tentu perlu mendapatkan 1.000 koloni lebah juga.
Di luar negeri harganya bisa ratusan juta bahkan milyaran mengingat khasiatnya untuk kesehatan, kecantikan dan menyembuhkan penyakit.
Di Indonesia banyak yang memasarkan atas nama royal jelly namun itu kandungannya sangat sedikit bahkan mungkin sari sarinya saja.
Sebab untuk mendapatkan cairan ratu lebah juga tidak mudah dan membutuhkan keahlian dan kepiawaian peternak lebah.
Produksi lebah lain yakni bipollen atau serbuk sari yang didapatkan di sisiran sarang lebah.
Bipollen ini juga dapat dimanfaatkan untuk industri kecantikan, makanan dan obat obatan, di Jepang harganya bisa mencapai Rp200 hingga Rp500 ribu.
Selain itu dalam sarang lebah juga terdapat lilin yang bisa digunakan untuk bahan membuat tinta batik.
Kemudian untuk madu, cairan yang dihasilkan dari lebah tidak bersengat seperti trigona dinilai lebih baik dari lebah bersengat.
Secara harga saja untuk satu liter madu trigona bernilai Rp400 ribu dibanding madu lebah bersengat jenis apis yang dihargai Rp100 atau Rp150 ribu.
Untuk jenis lebah trigona ini juga terdapat hasil berupa propolis yang berkhasiat untuk kesehatan dan pengobatan juga.
Di samping itu venom atau racun lebah bersengat saat ini juga telah dinilai mahal dan berkhasiat.
Tidak salah saat ini banyak pengobatan alternatif menggunakan sengatan lebah dan memiliki efektivitas menyembuhkan penyakit yang baik.
Di sisi lain jasa lebah juga memiliki dampak peningkatan produksi ekonomi khususnya sebagai polinator atau penyerbuk.
Dalam penelitiannya dan surveinya di Eropa kata Jasmi, pembudidaya lebah bukan hanya menyediakan untuk mengambil manfaat madunya melainkan menyediakan jasa polinator lebah.
Dia mencontohkan di suatu perkebunan apel, produksi bisa meningkat 400 persen saat menggunakan lebah sebagai penyerbuk bunga dibanding tidak menggunakan lebah rental.
Artinya pembudidaya lebah memiliki keuntungan ganda selain produksi madu dan lainnya juga mendapat keuntungan ekonomi dari jasa rental lebah.
Tentu ini peluang bagi masyarakat yang ingin membudidayakan lebah di Indonesia. (*)
"Bahkan Royal Jelly harganya bisa jutaan hingga milyaran rupiah," kata dia di Padang, Senin.
Menurutnya untuk mendapatkan 250 ml royal jelly saja membutuhkan 1.000 koloni atau kumpulan lebah.
Sebab untuk mendapatkan cairan 1.000 ratu tentu perlu mendapatkan 1.000 koloni lebah juga.
Di luar negeri harganya bisa ratusan juta bahkan milyaran mengingat khasiatnya untuk kesehatan, kecantikan dan menyembuhkan penyakit.
Di Indonesia banyak yang memasarkan atas nama royal jelly namun itu kandungannya sangat sedikit bahkan mungkin sari sarinya saja.
Sebab untuk mendapatkan cairan ratu lebah juga tidak mudah dan membutuhkan keahlian dan kepiawaian peternak lebah.
Produksi lebah lain yakni bipollen atau serbuk sari yang didapatkan di sisiran sarang lebah.
Bipollen ini juga dapat dimanfaatkan untuk industri kecantikan, makanan dan obat obatan, di Jepang harganya bisa mencapai Rp200 hingga Rp500 ribu.
Selain itu dalam sarang lebah juga terdapat lilin yang bisa digunakan untuk bahan membuat tinta batik.
Kemudian untuk madu, cairan yang dihasilkan dari lebah tidak bersengat seperti trigona dinilai lebih baik dari lebah bersengat.
Secara harga saja untuk satu liter madu trigona bernilai Rp400 ribu dibanding madu lebah bersengat jenis apis yang dihargai Rp100 atau Rp150 ribu.
Untuk jenis lebah trigona ini juga terdapat hasil berupa propolis yang berkhasiat untuk kesehatan dan pengobatan juga.
Di samping itu venom atau racun lebah bersengat saat ini juga telah dinilai mahal dan berkhasiat.
Tidak salah saat ini banyak pengobatan alternatif menggunakan sengatan lebah dan memiliki efektivitas menyembuhkan penyakit yang baik.
Di sisi lain jasa lebah juga memiliki dampak peningkatan produksi ekonomi khususnya sebagai polinator atau penyerbuk.
Dalam penelitiannya dan surveinya di Eropa kata Jasmi, pembudidaya lebah bukan hanya menyediakan untuk mengambil manfaat madunya melainkan menyediakan jasa polinator lebah.
Dia mencontohkan di suatu perkebunan apel, produksi bisa meningkat 400 persen saat menggunakan lebah sebagai penyerbuk bunga dibanding tidak menggunakan lebah rental.
Artinya pembudidaya lebah memiliki keuntungan ganda selain produksi madu dan lainnya juga mendapat keuntungan ekonomi dari jasa rental lebah.
Tentu ini peluang bagi masyarakat yang ingin membudidayakan lebah di Indonesia. (*)
Pewarta : Deni
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wawako Maigus Nasir serahkan 300 paket bingkisan pendidikan untuk siswa kurang mampu di Kota Padang
13 July 2025 18:54 WIB
Berkontribusi bagi masyarakat, Wako Fadly Amran Apresiasi Yayasan Sosial Lebah Muda Peduli
27 March 2025 20:56 WIB, 2025
PKM UMMY Solok produksi nanopropolis lebah galo-galo sebagai pemberdayaan ekonomi perempuan di Kabupaten Solok
09 October 2023 17:01 WIB, 2023
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Sabtu (04/04/2026) pagi ini harga emas Antam bertahan di angka Rp2,857 juta/gr
04 April 2026 9:06 WIB
Simak daftar harga emas UBS-Antam-Galeri24 di Pegadaian Sabtu (04/04/026) pagi
04 April 2026 8:12 WIB
Jumat (03/04/2026) pagi harga emas Antam anjlok Rp65.000 jadi Rp2,857 juta/gram
03 April 2026 10:49 WIB
Harga emas UBS-Galeri24 turun, Antam naik di Pegadaian Jumat (03/04/2026) pagi
03 April 2026 7:54 WIB
Harga emas UBS-Antam-Galeri24 di Pegadaian Kamis (02/04/2026) pagi kompak melonjak
02 April 2026 9:08 WIB
Harga emas Antam Kamis (02/04/2026) pagi naik Rp20.000 jadi Rp2,922 juta per gram
02 April 2026 9:06 WIB