Bank Mitsubishi pimpin 11 bank pemberi pinjaman kepada Inalum untuk divestasi Freeport
Kamis, 2 Agustus 2018 5:56 WIB
Kementerian BUMN. (Antara)
Jakarta, (Antaranews Sumbar) - Kementerian BUMN menyebutkan bank asal Jepang, The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd akan memimpin 11 bank pemberi pinjaman atau pembiayaan kepada Inalum yang membeli divestasi saham PT Freeport Indonesia.
"Bank Mitsubishi, itu 'leadernya'. Nanti dia yang mengatur semuanya," kata Deputi Bidang Usaha Pertambangan Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno, usai menghadiri diskusi di Wisma Antara Jakarta, Rabu (1/8).
Fajar mengatakan Mitsubishi akan menjadi "leader" di antara 11 bank yang diketahui akan memberikan pinjaman kepada Inalum untuk menguasai saham 51 persen PT Freeport Indonesia.
Ia menyebutkan Bank Mitsubishi dipilih menjadi bank pemberi pinjaman untuk Inalum karena bunganya yang rendah.
"Paling kecil, makanya kenapa Jepang? Karena bunganya paling kecil," kata Fajar.
Sesuai kesepakatan pokok-pokok perjanjian (head of agreement/HoA) yang ditandatangani pada 12 Juli 2018, Inalum akan membeli saham divestasi Freeport senilai 3,85 miliar dolar AS.
Perinciannya sebanyak 3,5 miliar dolar AS dialokasikan untuk pembayaran hak partisipasi Rio Tinto di Freeport dan sisanya 350 juta dolar AS untuk membeli saham Indocooper di Freeport.
Fajar menambahkan partisipasi perbankan untuk ikut memberikan pinjaman melalui kredit sindikasi ini bisa melalui delapan sampai sebelas bank, tergantung dari kebutuhan Inalum.
"Ya sekitar delapan sampai sebelas. Yang sudah siap 11 bank, pokoknya nanti kalau yang kasih dari delapan itu cukup, tergantung dari Inalum," kata Fajar. (*)
"Bank Mitsubishi, itu 'leadernya'. Nanti dia yang mengatur semuanya," kata Deputi Bidang Usaha Pertambangan Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno, usai menghadiri diskusi di Wisma Antara Jakarta, Rabu (1/8).
Fajar mengatakan Mitsubishi akan menjadi "leader" di antara 11 bank yang diketahui akan memberikan pinjaman kepada Inalum untuk menguasai saham 51 persen PT Freeport Indonesia.
Ia menyebutkan Bank Mitsubishi dipilih menjadi bank pemberi pinjaman untuk Inalum karena bunganya yang rendah.
"Paling kecil, makanya kenapa Jepang? Karena bunganya paling kecil," kata Fajar.
Sesuai kesepakatan pokok-pokok perjanjian (head of agreement/HoA) yang ditandatangani pada 12 Juli 2018, Inalum akan membeli saham divestasi Freeport senilai 3,85 miliar dolar AS.
Perinciannya sebanyak 3,5 miliar dolar AS dialokasikan untuk pembayaran hak partisipasi Rio Tinto di Freeport dan sisanya 350 juta dolar AS untuk membeli saham Indocooper di Freeport.
Fajar menambahkan partisipasi perbankan untuk ikut memberikan pinjaman melalui kredit sindikasi ini bisa melalui delapan sampai sebelas bank, tergantung dari kebutuhan Inalum.
"Ya sekitar delapan sampai sebelas. Yang sudah siap 11 bank, pokoknya nanti kalau yang kasih dari delapan itu cukup, tergantung dari Inalum," kata Fajar. (*)
Pewarta : Mentari Dwi
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BP BUMN Rayakan HUT ke-28, Dony Oskaria ingatkan tujuan kontribusi maksimal bagi negara
13 April 2026 17:57 WIB
Aktivis kampus Mardiansyah maju jadi calon ketua umum alumni UBH, kini jabat Direksi BUMN
24 March 2026 15:03 WIB
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Harga emas Antam Senin (04/05/2026) ini turun tipis Rp1.000 menjadi Rp2,795 juta/gr
04 May 2026 9:19 WIB