Jakarta, (Antaranews Sumbar) - Pengamat politik Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti menilai Partai Kebangkitan Bangsa belum tentu akan merestui penunjukan mantan ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD sebagai pendamping Joko Widodo pada Pilpres 2019.
"Mahfud bisa saja jadi cawapres, cuma kan dia ini belum tentu serta merta didukung PKB," ujar Ray Rangkuti saat dihubungi di Jakarta, Kamis.
Mahfud, yang namanya masuk dalam bursa calon wakil presiden Joko Widodo (Jokowi), pernah menjadi mantan wakil ketua umum Dewan Tanfidz DPP PKB pada 2002-2005.
Namun, partai yang dikenal memiliki basis massa pendukung dari Nahdlatul Ulama (NU) itu sudah mendeklarasikan ketua umum mereka yang masih aktif, yakni Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai kandidat calon wakil presiden Jokowi.
"Mahfud ini kemudian jadi kompetitornya Cak Imin. PKB bisa menganggap dia menjadi penghambat," tutur Ray.
Terlepas dari persoalan PKB tersebut, Ray berpendapat jejak rekam karir Mahfud di pemerintahan menjadi salah satu keunggulannya, yang membuat mantan anggota DPR RI tersebut pantas dilirik menjadi pendamping Jokowi.
"Selain itu, tidak hanya sebagai orang yang ahli di bidang hukum, dia juga dekat dengan umat. Jokowi bisa diuntungkan dari sisi kedekatan Mahfud dengan umat," kata dia. (*)
Ray Rangkuti nilai penunjukan Mahfud MD akan terkendala restu PKB
Kamis, 12 Juli 2018 11:17 WIB
Ray Rangkuti. (Antara)
Pewarta : Agita Tarigan
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pimpinan KPK dikirimi jamu anti-diare agar tidak mencret tangani kasus korupsi
15 January 2020 13:56 WIB, 2020
Ray Rangkuti nilai tudingan kecurangan terstruktur di Pilpres bisa saja berbalik
13 June 2019 14:19 WIB, 2019
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Polres-Pemkab Pasaman Barat tingkatkan penyuluhan cegah kekerasan perempuan dan anak
11 February 2026 19:49 WIB