Mentawai, (Antaranews Sumbar) - Penyelesaian pembangunan bandara Rokot di Pulau Sipora, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar) diprediksi menelan biaya sebesar Rp300 miliar.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Mentawai, Edi Sukarni di Tuapejat, Selasa, menyebutkan anggaran sebanyak itu sebagian besar diperuntukkan untuk perubahan landasan pacu dan fasilitas pendukung lainnya.

"Karena juga ada perubahan bentuk, panjang dan lebar landasan pacu dari yang sebelumnya," katanya.

Ia mengungkapkan, jika seluruh proses pengerjaan berjalan baik, bandara tersebut akan efektif penggunaannya pada 2021.

Lebih lanjut ia menambahkan, secara bertahap pada 2019 akan dimulai pembersihan lahan, selanjutnya pada 2020 awal tahap pembangunan dan 2021 penyelesaian pembangunan.

Edi mengatakan, dalam pengerjaan perluasan bandara tersebut pihaknya melakukan koordinasi intensif dengan kementerian, agar secara administrasi dan hukum prosedur berjalan baik

"Termasuk dalam hal pembebasan lahan. Ini menjadi perhatian serius bagi kami," katanya.

Ia mengatakan, salah satu tujuan perluasan bandara Rokot tersebut agar pesawat yang berbadan lebar mampu mendarat di bandara tersebut. Apalagi sebelumnya ada beberapa pihak maskapai penerbangan yang ingin membuka rute k daerah tersebut.

Peningkatan kunjungan wisatawan asing dan lokal juga menjadi faktor penting perluasan bandara Rokot.

Landasan bandara yang dibangun pada 1980 itu, saat ini hanya memiliki panjang 900 meter dan lebar 23 meter, sehingga tidak mampu menampung pesawat dengan ukuran besar.

Perluasan bandara tersebut direncanakan menambah panjang landasan hingga 1.600 meter dan lebar 30 meter, serta melengkapi fasilitas umum di bandara, mulai dari fasilitas penerbangan hingga fasilitas penumpang.?

Saat ini, transportasi Padang - Mentawai masih melalui jalur laut. Baik dengan menggunakan kapal cepat dengan waktu tempuh 3,5 jam, dan kapal penumpang dan barang dengan waktu tempuh hampir 12 jam.?

Pewarta : Agung Pambudi P
Editor : Joko Nugroho
Copyright © ANTARA 2024