Dua hari tak pulang, Pariyatin ditemukan tewas di septic tank
Selasa, 13 Maret 2018 14:58 WIB
Polisi mengangkat coran yang digunakan untuk septic tank tempat ditemukan mayat Pariyatin (42) di kelurahan Kampung Jawa, Kota Solok. (HUMAS Polres Solok Kota)
Arosuka, (Antaranews Sumbar) - Seorang warga Kota Solok, Pariyatin (41) ditemukan tidak bernyawa dalam septic tank di Jalan Destamar IV, Kawasan Transad, Kelurahan Kampung Jawa, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok, pada Minggu (11/3) sekitar pukul 10.30 WIB.
Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan di Solok, Selasa mengatakan korban yang merupakan warga Wisma Kenanga II, No.19, Ampang Kualo, Kelurahan Kampung Jawa, ditemukan dalam bungkusan karung goni plastik warna putih dalam septic tank yang sudah ditutup dengan coran.
Mayat itu awalnya ditemukan oleh Riko Suhendri (29) ketika membersihkan pohon pisang di belakang rumahnya, tepatnya di dekat septic tank. Merasa ada yang aneh dan berubah dari sekitar kebun pisangnya, ia kemudian menelepon kakaknya dan Sakir warga setempat.
Sakir langsung melihat ke lokasi. Karena takut salah langkah, ia melaporkan pada ketua RT yang kemudian menghubungi petugas kepolisian.
Petugas personil Polres Solok Kota kemudian melakukan olah TKP. Saat pemeriksaan septic tank ditemukan sebuah karung yang berisi mayat korban yang sudah dikerumuni lalat.
Mayat korban kemudian dibawa ke kamar jenazah RSU Solok untuk pemerikasaan awal dari pihak medis sambil menunggu pihak keluarga korban untuk memastikan indentitas kobran.
Setelah satu jam di ruang kamar jenazah, istri korban Susilawati datang ke rumah sakit untuk melihat dan memastikan korban. Setelah melihat dengan teliti, ternyata benar suaminya yang sejak Jumat (9/3) tidak pulang.
Dony Setiawan menyebutkan dugaan sementara korban dibunuh. "Ya, dipastikan dibunuh. Kita masih mendalaminya soal itu," ujarnya. (*)
Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan di Solok, Selasa mengatakan korban yang merupakan warga Wisma Kenanga II, No.19, Ampang Kualo, Kelurahan Kampung Jawa, ditemukan dalam bungkusan karung goni plastik warna putih dalam septic tank yang sudah ditutup dengan coran.
Mayat itu awalnya ditemukan oleh Riko Suhendri (29) ketika membersihkan pohon pisang di belakang rumahnya, tepatnya di dekat septic tank. Merasa ada yang aneh dan berubah dari sekitar kebun pisangnya, ia kemudian menelepon kakaknya dan Sakir warga setempat.
Sakir langsung melihat ke lokasi. Karena takut salah langkah, ia melaporkan pada ketua RT yang kemudian menghubungi petugas kepolisian.
Petugas personil Polres Solok Kota kemudian melakukan olah TKP. Saat pemeriksaan septic tank ditemukan sebuah karung yang berisi mayat korban yang sudah dikerumuni lalat.
Mayat korban kemudian dibawa ke kamar jenazah RSU Solok untuk pemerikasaan awal dari pihak medis sambil menunggu pihak keluarga korban untuk memastikan indentitas kobran.
Setelah satu jam di ruang kamar jenazah, istri korban Susilawati datang ke rumah sakit untuk melihat dan memastikan korban. Setelah melihat dengan teliti, ternyata benar suaminya yang sejak Jumat (9/3) tidak pulang.
Dony Setiawan menyebutkan dugaan sementara korban dibunuh. "Ya, dipastikan dibunuh. Kita masih mendalaminya soal itu," ujarnya. (*)
Pewarta : Tri Asmaini
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polres Anambas Kepulauan Riau selidik penemuan jenazah guru PPPK di kebun
29 September 2025 9:42 WIB
Lima mayat terkubur di satu lubang di Indramayu, tetangga lihat mobil pick up
02 September 2025 13:12 WIB
Sempat tak dikenali, mayat pria di Kali Ciliwung teridentifikasi dan dijemput keluarga
20 August 2025 11:06 WIB