6 Maret, Pemerintah lelang sukuk Rp8 triliun
Jumat, 2 Maret 2018 7:51 WIB
Ilustrasi - Calon investor berkonsultasi tentang sukuk negara ritel seri 004 (SR-004) di gerai sebuah perusahaan sekuritas. (ANTARA/Rosa Panggabean)
Jakarta, (Antaranews Sumbar) - Pemerintah akan melelang enam seri surat berharga syariah negara (SBSN) atau sukuk negara dengan target indikatif Rp8 triliun pada 6 Maret 2018 untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN.
Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat, menyebutkan seri SBSN yang dilelang adalah seri SPN-S (Surat Perbendaharan Negara-Syariah) dan PBS (Project Based Sukuk).
Seri sukuk yang akan dilelang antara lain seri SPN-S 07092018 (penerbitan baru) dengan imbalan diskonto yang memiliki tanggal jatuh tempo pada 7 September 2018.
Selain itu, sukuk berbasis proyek yaitu seri PBS016 (penerbitan kembali) dengan imbalan 6,25 persen dan jatuh tempo pada 15 Maret 2020 serta PBS002 (penerbitan kembali) dengan imbalan 5,45 persen dan jatuh tempo pada 15 Januari 2022.
Kemudian, seri PBS017 (penerbitan kembali) dengan imbalan 6,125 persen dan jatuh tempo pada 15 Oktober 2025, PBS012 (penerbitan kembali) dengan imbalan 8,875 persen dan jatuh tempo pada 15 November 2031 dan PBS004 (penerbitan kembali) dengan imbalan 6,1 persen dan jatuh tempo pada 15 Februari 2037.
Seluruh seri SBSN pada penerbitan ini mempunyai underlying asset berupa proyek atau kegiatan dalam APBN tahun 2018 dan barang milik negara.
Lelang SBSN ini akan dilaksanakan dengan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia sebagai agen lelang SBSN dan bersifat terbuka serta menggunakan metode harga beragam. (*)
Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat, menyebutkan seri SBSN yang dilelang adalah seri SPN-S (Surat Perbendaharan Negara-Syariah) dan PBS (Project Based Sukuk).
Seri sukuk yang akan dilelang antara lain seri SPN-S 07092018 (penerbitan baru) dengan imbalan diskonto yang memiliki tanggal jatuh tempo pada 7 September 2018.
Selain itu, sukuk berbasis proyek yaitu seri PBS016 (penerbitan kembali) dengan imbalan 6,25 persen dan jatuh tempo pada 15 Maret 2020 serta PBS002 (penerbitan kembali) dengan imbalan 5,45 persen dan jatuh tempo pada 15 Januari 2022.
Kemudian, seri PBS017 (penerbitan kembali) dengan imbalan 6,125 persen dan jatuh tempo pada 15 Oktober 2025, PBS012 (penerbitan kembali) dengan imbalan 8,875 persen dan jatuh tempo pada 15 November 2031 dan PBS004 (penerbitan kembali) dengan imbalan 6,1 persen dan jatuh tempo pada 15 Februari 2037.
Seluruh seri SBSN pada penerbitan ini mempunyai underlying asset berupa proyek atau kegiatan dalam APBN tahun 2018 dan barang milik negara.
Lelang SBSN ini akan dilaksanakan dengan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia sebagai agen lelang SBSN dan bersifat terbuka serta menggunakan metode harga beragam. (*)
Pewarta : Satyagraha
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemerintah Pertimbangkan Penerbitan Sukuk Proyek Berdenominasi Dolar
12 December 2014 6:10 WIB, 2014
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB
Harga Emas Antam turun Rp7.000 ke angka Rp2,947 juta per gram, Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:32 WIB
Simak harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian yang naik Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:09 WIB
Harga emas Antam Selasa (10/02/2026) hari ini naik Rp14.000 menjadi Rp2,954 juta/gram
10 February 2026 10:00 WIB
Selasa (10/02/2026) hari ini emas UBS Rp2,993 juta/gr dan Galeri24 Rp2,979 juta/gr
10 February 2026 9:02 WIB
Harga emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Senin (09/02/2026) hari ini, simak daftarnya
09 February 2026 9:06 WIB
Minggu (08/02/2026) hari ini, Harga emas UBS Rp2,972 juta per gr, Galeri24 Rp2,958 juta per gr
08 February 2026 9:00 WIB