OJK targetkan 75 persen penduduk dewasa akses keuangan
Kamis, 22 Februari 2018 14:58 WIB
Pelaksana tugas kepala OJK Sumbar Darwisman. (Antara Sumbar/Ikhwan Wahyudi)
Padang, (Antaranews Sumbar) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan 75 persen penduduk dewasa memiliki akses pada lembaga keuangan formal pada 2019.
"Perlu disadari saat ini akses keuangan belum menjangkau seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk itu pemerintah terus berupaya agar semua pihak bisa mengakses," kata Pelaksana Tugas Kepala OJK Sumbar Darwisman di Padang, Kamis.
Ia menyampaikan hal itu pada sosialisasi literasi keuangan kepada pelaku usaha jasa keuangan di Sumbar dengan tema "Sosialisasi Mendukung Pertumbuhan Melalui Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan Serta Layanan Pengaduan Konsumen".
Menurutnya berdasarkan survei nasional literasi dan inklusi keuangan pada 2016 ternyata tingkat literasi keuangan masyarakat baru 29,66 persen dan tingkat inklusi atau penggunaan produk dan jasa keuangan sebesar 67,82 persen.
Ia menyampaikan dalam rangka mendukung target inklusi keuangan tersebut OJK meluncurkan Revisit Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia.
"Hal ini bertujuan mengakomodasi perubahan dan perkembangan kondisi literasi dan inklusi keuangan," kata dia.
Selain itu OJK juga menggandeng pelaku usaha jasa keuangan dengan menerbitkan peraturan yang menjadi landasan hukum dalam pelaksanaan literasi dan inklusi keuangan.
Pada sisi lain OJK juga meminta pelaku usaha jasa keuangan menjaga kepercayaan konsumen dan meminimalkan keluhan yang berujung pada ketidakpuasan masyarakat.
Pelaku usaha jasa keuangan wajib menyelesaikan permasalahan yang dihadapi dengan konsumennya sebelum diadukan kepada pihak lain, kata dia.
"Perlu disadari saat ini akses keuangan belum menjangkau seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk itu pemerintah terus berupaya agar semua pihak bisa mengakses," kata Pelaksana Tugas Kepala OJK Sumbar Darwisman di Padang, Kamis.
Ia menyampaikan hal itu pada sosialisasi literasi keuangan kepada pelaku usaha jasa keuangan di Sumbar dengan tema "Sosialisasi Mendukung Pertumbuhan Melalui Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan Serta Layanan Pengaduan Konsumen".
Menurutnya berdasarkan survei nasional literasi dan inklusi keuangan pada 2016 ternyata tingkat literasi keuangan masyarakat baru 29,66 persen dan tingkat inklusi atau penggunaan produk dan jasa keuangan sebesar 67,82 persen.
Ia menyampaikan dalam rangka mendukung target inklusi keuangan tersebut OJK meluncurkan Revisit Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia.
"Hal ini bertujuan mengakomodasi perubahan dan perkembangan kondisi literasi dan inklusi keuangan," kata dia.
Selain itu OJK juga menggandeng pelaku usaha jasa keuangan dengan menerbitkan peraturan yang menjadi landasan hukum dalam pelaksanaan literasi dan inklusi keuangan.
Pada sisi lain OJK juga meminta pelaku usaha jasa keuangan menjaga kepercayaan konsumen dan meminimalkan keluhan yang berujung pada ketidakpuasan masyarakat.
Pelaku usaha jasa keuangan wajib menyelesaikan permasalahan yang dihadapi dengan konsumennya sebelum diadukan kepada pihak lain, kata dia.
Pewarta : Ikhwan Wahyudi
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Jadwal dan lokasi layanan SIM Keliling Kota Padang, hari ini Jumat (13/02/2026)
13 February 2026 4:32 WIB
Wagub Vasko tegaskan Program TMMD bukan sekadar agenda rutin tapi berbasis kebutuhan masyarakat
12 February 2026 22:00 WIB
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Jumat (13/02/2026) pagi emas UBS Rp3,008 juta/gr dan Galeri24 Rp2,992 juta/gr
13 February 2026 8:29 WIB
Emas batangan Antam, Kamis (12/02/2026) tak bergerak di angka Rp2,947 juta/gr
12 February 2026 9:04 WIB
Harga Emas Antam turun Rp7.000 ke angka Rp2,947 juta per gram, Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:32 WIB
Simak harga emas UBS-Galeri24 di Pegadaian yang naik Rabu (11/02/2026) hari ini
11 February 2026 9:09 WIB
Harga emas Antam Selasa (10/02/2026) hari ini naik Rp14.000 menjadi Rp2,954 juta/gram
10 February 2026 10:00 WIB
Selasa (10/02/2026) hari ini emas UBS Rp2,993 juta/gr dan Galeri24 Rp2,979 juta/gr
10 February 2026 9:02 WIB