Padang, (Antara Sumbar) - Dinas Kesehatan Kota Padang, Sumatera Barat, mengajak pelajar di daerah itu aktif memantau jentik nyamuk di tempat-tempat penampungan air di sekolah dan lingkungan tempat tinggalnya.

         "Tempat-tempat penampungan air berpotensi menjadi lokasi perkembangbiakan nyamuk, sehingga harus selalu dipantau," ujar Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan setempat Gentina di Padang, Rabu.

         Ia menyebutkan lokasi yang berpotensi tersebut adalah bak air di kamar mandi atau WC, dispenser, vas bunga, dan tempat lainnya yang menampung air bersih.

         "Sebelumnya telah dilakukan pemantauan ke sekolah dan jentik nyamuk banyak ditemukan berada di penampungan air dispenser karena sering tak pemantauan" katanya.

         Oleh karena itu, tambahnya siswa diajak untuk membersihkan dispenser setiap satu minggu sekali, untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk.

         "Dilihat dari perkembangan sekarang, dalam satu kelas terkadang terdapat satu dispenser, sehingga siswalah sebaiknya yang memantaunya," katanya.

         Membersihkan dispenser bisa dilakukan dengan memasukan ke dalam jadwal piket siswa.

         Siswa yang piket dapat memantau dan membersihkan tempat penampungan air di dispenser tersebut.

         "Dengan selalu peduli terhadap lingkungan maka kasus DBD dapat dikurangi, karena perilaku merupakan salah satu faktor yang berperan dalam penyebaran penyakit tersebut" ujarnya.

         Sebelumnya Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah mengajak masyarakat di daerah itu untuk memerangi penyakit DBD, agar tidak semakin meningkat setiap tahunnya.

         "Kota Padang termasuk daerah endemik DBD, sehingga diperlukan tekad kuat dalam memeranginya," katanya.

         Kasus DBD di daerah itu hingga Agustus 2017 tercatat 410 kasus dengan dua orang meninggal dunia dan kasus terbanyak ditemukan pada kecamatan Kuranji dengan 108 kasus.

         "Padang merupakan daerah endemik DBD, sehingga diperlukan tekad kuat dalam memeranginya," katanya. (*)

Pewarta : Pratiwi Tamela
Editor :
Copyright © ANTARA 2024