Pulau Punjung, (Antara Sumbar) - Seorang warga Parik Tarajak Nagari (Desa Adat) Sikabau, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar), Ilham Ilahi (13) nyaris ditelan ular piton sepanjang 6,5 meter pada Jumat (7/4), sekitar pukul 17.30 WIB.

"Ular sempat melilit pinggang anak saya sebanyak satu kali lilitan," kata Ayah Korban Jamhur Ali (53) di Pulau Punjung, Sabtu.

Ia menjelaskan peristiwa itu terjadi saat Ilham hendak mengurung ternak peliharaan kambing di kadang yang berada 30 meter di belakang rumah meraka di Jorong (Dusun) Parit Tarajak, Nagari Sikabau, Kecamatan Pulau Punjung.

Menurutnya hewan raksasa itu ingin menigintai kambing peliharaannya. Namun diduga mengalami kelaparan ular piton tersebut berupaya memakan anaknya dengan menggigit kaki sebelah kanan dan melilit bagian pinggang.

Beruntung Jamhur mendengar teriakan anak saat meminta pertolongan. Mendengar teriakan Jamhar langsung berlari dan melihat anak sudah dililit ular piton raksasa itu. Jamhur dibantu warga sekitar melepaskan lilitan dan gigitan ular tersebut.

"Sempat memanggil bapak dan meminta tolong sebanyak tiga kali, setelah itu saya lansung berlari ke belakang rumah," ungkapnya.

Ia mengatakan anaknya menderita luka robek di kaki akibat diserang ular, kemudian korban dibawa ke Klinik Keluarga untuk mendapat perawatan.

Ia menambahkan warga setempat terpaksa membunuh ular tersebut karena dikhawatirkan membahayakan keselamatan mengingat ukuran ular yang mencapai sebesar tiang listrik.

Warga setempat, Rianto (29) menambahkan ular piton sepanjang 6 meter juga nyaris menelan babi hutan, di Jorong Bukit Mindawa, Nagari Sikabau Minggu lalu.

"Seminggu yang lalu ular juga nyaris menelan seekor babi," ungkap dia.  (*)


Pewarta : Ilka Jensen
Editor :
Copyright © ANTARA 2024