Padang Aro, (Antara Sumbar) - PT PLN Area Solok, Sumatera Barat, sedang melakukan pendataan seberapa besar dampak banjir Selayo, Kecamatan Kubung dan Badai di Alahan Panjang, Lembah Gumanti terhadap jaringan listrik di daerah itu.


"Listrik untuk wilayah Selayo sementara kita padamkan dulu supaya tidak ada warga yang kena setrum sedangkan badai Alahan Panjang sedang dilakukan pengecekan oleh petugas," kata Asisten Manajer Teknik Area Solok Rudi Hamiri, saat dihubungi, Kamis.

Dia mengatakan pihaknya belum bisa memastikan seberapa parah kerusakan akibat banjir. Sedangkan akibat badai pada Rabu malam mematahkan dua tiang dan tiga lagi condong tetapi sudah selesai diperbaiki.

Sementara itu Manager PLN Ranting Muaralabuh Deni Pamuji mengatakan, jaringan listrik ke Solok Selatan rawan gangguan dan saat ini juga sedang terjadi badai di Alahan Panjang.

"Akibat badai tersebut membuat listrik sering padam ke Solok Selatan," katanya.

Untuk mengatasinya pihaknya melakukan koordinasi dengan Fider Empat Muaro Paneh serta Koto Lolo Kerinci.

"Kita akan mencoba menyuplai listrik dari Fider Empat Muaro Paneh atau Koto Lolo Kerinci bila Fider Delapan Alahan Panjang terjadi gangguan," katanya.

Dia mengatakan pada Rabu (4/1) terjadi gangguan di fider delapan Alahan Panjang namun bisa diatasi dan malamnya listrik sudah menyala tetapi pada Kamis (5/1) pukul 05.55 WIB badai kembali melanda fider delapan Alahan Panjang sehingga kembali terjadi pemadaman.

"Sekarang ini kita sedang mengupayakan suplai dari fider empat Muaro Paneh" kata dia.

Selain itu katanya gangguan listrik Solok Selatan tidak ada kaitannya dengan banjir di Kabupaten dan Kota Solok.

"Banjir terjadi di Selayo Kecamatan Kubung, sedangkan jaringan ke Solok Selatan lewat Kubang Duo jadi tidak ada kaitannya," jelasnya.

Sementara itu Anggota DPRD Solok Selatan Solihin berharap, pihak PLN lebih kooperatif dalam menginformasikan bila terjadi pemadaman.

"PLN harus menginformasikan bila terjadi pemadaman kepada masyarakat supaya mereka bisa mempersiapkan diri," katanya. (*)