Padang Aro, (Antara Sumbar) - PT Supreme Energy Muaralabuh, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, menyatakan segera memulai tahap konstruksi pembangunan Pembangkit Listrik Tenapa Panas Bumi (PLTPB) setelah penyesuaian harga ditandatangani oleh pemerintah.


     Senior Manager Field Relations PT Supreme Energy, Yulnofrins Napilus di Padang Aro, Jumat, mengatakan, persiapan untuk mendukung konstruksi akan dilakukan pada akhir tahun ini, termasuk juga mobilisasi peralatan.


     "Pembangunannya kita laksanakan pada awal 2017 sekarang baru tahap persiapan, termasuk mobilisasi peralatan," jelasnya.


     Dia mengatakan, setelah memasuki tahap konstruksi akan membutuhkan banyak tenaga kerja dan diperkirakan jumlahnya dua kali lipat pada saat eksplorasi.


     Saat eksplorasi katanya, pihaknya mempekerjakan sekitar 300 orang dan pada tahap konstruksi ini jumlahnya bisa mencapai 600 orang lebih dan diprioritaskan warga lokal.


     Ia menjelaskan, pembangunannya nanti akan diberikan pada satu kontraktor dan selanjutnya ia melakukan rekruitmen sub kontraktor.


     "Dalam merekrut tenaga kerja baik kontraktor utama maupun sub kontraktor pasti akan merekrut tenaga kerja lokal, sebab bila dibawa dari luar biayanya pasti akan bertambah," katanya.


     Selain itu katanya, juga akan dilakukan rekruitmen tenaga kerja dengan keahlian untuk dilatih enam bulan baru ditugaskan.


     Pemerintah Republik Indonesia menyetujui kenaikan harga jual listrik panas bumi dari PT Supreme Energy kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN) menjadi 13 sen dolar Amerika Serikat (AS) per Kwh. Kesepakatan antara pemerintah dengan perusahaan sudah ditandatangani pada 10 Agustus 2016.


     Ia menambahkan, saat pengumuman kebutuhan tenaga kerja nantinya akan diberitahukan pada komite masyarakat yang sudah dibentuk dan selanjutnya komite menginformasikannya pada masyarakat Solok Selatan.


     "Ketika kontraktor membutuhkan tenaga kerja bisa memintanya kepada komite masyarakat dan komite mengusulkan namanya untuk dilakukan seleksi sesuai kebutuhan.


     Ketua Komite Masyarakat, Lukfi berjanji akan memberikan informasi tentang lowongan pekerjaan secara menyeluruh di Solok Selatan.


     "Setelah ada lowongan pekerjaan akan kita informasikan pada seluruh Wali Nagari yang kemudian di informasikan pada masyarakat luas," katanya.


     Salah seorang warga Pauah Duo Iskawi mengatakan, selama ini keterbukaan akan kebutuhan tenaga kerja di Supreme Energy kurang transparan sehingga banyak masyarakat yang tidak tahu dan diharapkan ke depan tidak terjadi lagi.


     "Bila pemberitahuannya transparan kita bisa berjuang untuk mendapatkannya dan bila tersingkir tidak jadi masalah karena tidak kalah sebelum berjuang," katanya. (*)


Pewarta : Erik Ifansyah Akbar
Editor :
Copyright © ANTARA 2026