Padang, (AntaraSumbar) - Persatuan Orang Tua Anak Down Syndrome (POTADS) Kota Padang mencatat terdapat 158 anak di daerah itu sebagai penderita "down syndrome" atau kelainan genetik pada kromosom 21.


         "Jika pada orang normal terdapat 44 kromosom yang berpasangan. Pada anak penderita down syndrome, kromosom 21-nya ada tiga," kata Wakil Ketua POTADS Kota Padang Ispriyanti di Padang, Selasa.


         Ia mengatakan kelainan tersebut menyebabkan terjadinya keterlambatan pertumbuhan dari segi fisik dan mental serta membuat kebanyakan penderitanya memiliki kemiripan wajah.


         "Terlambat dari segi mental, bukan berarti mereka idiot. Karena rata-rata anak down syndrome memiliki kemampuan intelektual atau IQ 40 hingga 70," ujarnya.


         Ia menyampaikan pihaknya terus berupaya mengoptimalkan kemampuan anak-anak penderita down syndrome dengan melakukan berbagai kegiatan rutin berupa pondok kreatifitas di antaranya dalam bidang olahraga, kesenian dan kemampuan lainnya.


         Menurutnya, hal itu dibutuhkan agar para penderita down syndrome serta orang tuanya tidak lagi merasa malu ataupun menyembunyikan anak-anaknya dari masyarakat luas yang menganggap mereka idiot.


         "Tidak ada yang perlu malu. Malah kami berharap orang tua yang memiliki anak dengan keterbataan tersebut dapat mengikutsertakan anak-anaknya dalam kegiatan yang diadakan POTADS," ujarnya.


         Sementara Sekretaris Komisi IV DPRD Iswandi Kota Padang mengatakan sebenarnya sudah ada peraturan daerah setempat yang mengatur dan melindungi hak-hak penyandang disabilitas, hanya tinggal dioptimalkan saja.


         "Jika perda ini berlaku efektif, tentu hak-hak penyandang disabilitas termasuk anak-anak down syndrome akan terpenuhi maksimal," ujarnya.


         Menurutnya, memang benar jika penderita down syndrome bukanlah golongan anak-anak idiot sehingga perlu perhatian pemerintah dan masyarakat setempat dalam mendukung sepenuhnya program-program yang berupaya menyejahterakan mereka. (cpw)


Pewarta : Vicha Faradika
Editor :
Copyright © ANTARA 2026