Frankfurt, 29/8 (Antara) - Duta Besar RI untuk Jerman, Fauzi Bowo, menyatakan keikutsertaan Indonesia dalam Frankfurt Book Fair (FBF) 2015 merupakan salah satu upaya menampilkan para penulis berkualitas di forum internasional.

"Ajang FBF ini bukan yang terakhir tetapi ini baru permulaan. Kita akan beruupaya terus untuk menampilkan para penulis Indonesia berkualitas di forum-forum internasional," ujar Dubes yang akrab disapa Foke itu di Frankfurt, Jerman, Sabtu.    

Menurut dia, FBF 2015 tidak sekadar pameran buku saja tetapi kegiatan ini terus berlangsung sepanjang tahun ini, bahkan mulai 2014.

Dikatakannya, sejumlah kegiatan pendahuluan juga sudah dilakukan dan nanti puncaknya adalah FBF pada Oktober 2015 di mana Indonesia menjadi tamu kehormatan (guest of honour).

Pada Maret 2015, Indonesia juga menampilkan sejumlah penulis dalam Pameran Bukku Leipzig antara lain Laksmi Pamuntjak, Sapardi Djoko Damono, dan lain-lain.

"Kita tampilkan para penulis berkualitas, khususnya penulis-penulis muda di forum-forum besar di Jerman. Orang Jerman juga terkejut, mereka baru tahu bahwa begitu banyak penulis Indonesia berkualitas. Sebelumnya hanya beberapa saja penulis yang mendapat perhatian khusus di Jerman," kata Foke.

Oleh karena itu, katanya, pemerintah menginginkan adanya pendanaan yang memadai untuk bisa menampilkan penulis-penulis berkualitas di forum internasional.

Sedangkan di acara puncak FBF 2015 pada 14-18 Oktober, ujarnya, Indonesia akan menyuguhkan berbagai macam kegiatan seperti pameran buku, seminar dan lain-lain yang memperkenalkan literatur Indonesia.

"Karena literatur Indonesia khususnya pada masa lalu sangat luar biasa," katanya.

Pada akhir September 2015, lanjut mantan Gubernur DKI Jakarta itu, Indonesia juga akan menggelar pameran aksara di Berlin, Jerman.

Ketika ditanya mengenai pemahaman masyarakat Jerman terhadap Indonesia, Foke mengatakan, sudah cukup baik yang dibuktikan dengan selalu meningkatnya kunjungan wisatawan asal Jerman ke Indonesia.

Namun, ujarnya, tentu saja pemerintah tidak puas dengan itu karena yang terpenting adalah orang luar Indonesia khususnya di Jerman dapat memahami negara Indonesia.

"Memang turis Jerman banyak mengunjungi berbagai tempat tujuan wisata di Indonesia, tetapi yang penting bukan cuma itu. Mereka harus memahami Indonesia," katanya.

Oleh karena itu, ujarnya, ketika tampil di berbagai forum dirinya selalu menyampaikan mengenai kondisi Indonesia terkait masalah demokrasi, keragaman etnis, keragaman budaya, dan keragaman agama, agar orang luar lebih memahami Indonesia. 


Pewarta : Arief Mujayatno
Editor :
Copyright © ANTARA 2024