Wagub Dukung Wacana Sumbar Jadi DIM
Rabu, 1 April 2015 20:11 WIB
Padang, (Antara) - Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Muslim Kasim, mendukung wacana perubahan status daerah itu menjadi Daerah Istimewa Minangkabau (DIM) yang diapungkan oleh Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar.
Meski demikian, dia di Padang, Rabu, meminta agar semua pemangku adat di Sumbar untuk terlebih dahulu menguatkan falsafah hidup orang Minangkabau yang menjadi mayoritas penduduk Sumbar, yaitu Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (Adat bersendi agama, agama bersendi Al Quran).
"Pondasi adat kita harus kuat terlebih dahulu sebelum mengusulkan perubahan status daerah ke pemerintah pusat," katanya.
Menurutnya, saat ini adat dan budaya Minangkabau telah mengalami degradasi. Falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah telah tercemar.
"Generasi muda telah melupakan adat dan kebudayaan Minangkabau. Ini yang penting untuk kita sikapi dalam waktu dekat," kata dia.
Dia mendorong peran niniak mamak(pemangku adat) dalam menyalurkan dan menyampaikan ABS-SBK kepada generasi muda agar kembali mengamalkan adat Minangkabau dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, untuk meningkatkan peran niniak mamak, Kerapatan Adat Nagari (KAN) dan LKAAM harusnya dalam pemerintahan di Sumbar memiliki suatu Badan atau Dinas atau setidaknya Biro yang akan mengurus Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah tersebut.
Dia juga mendorong pengembalian peran surau (mushala) dan nagari (Desa Adat) untuk memperbaiki mental dan akhlak generasi muda sehingga bisa menjadikan ABS-SBK sebagai pedoman dan falsafah hidup mereka.
Sementara itu, Ketua LKAAM Sumbar M. Sayuti. DT. Rajo Pangulu mengatakan umur LKAAM Sumbar tahun ini memasuki 49 tahun.
"Sepanjang berdirinya LKAAM Sumbar, telah banyak kegiatan yang dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada adat dan budaya Minangkabau kepada masyarakat, terutama generasi muda Sumbar," kata dia.
Ke depan menurutnya, LKAAM Sumbar akan memperbanyak kegiatan-kegiatan yang bernilai positif tersebut.
Terkait Daerah Istimewa Minangkabau, dia berharap paling lambat lima tahun ke depan bisa diusulkan pada pemerintah pusat. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PTBA revitalisasi GPK Ombilin Sawahlunto senilai Rp22 miliar dukung wisata heritage
13 February 2026 16:07 WIB
Kantor Pertanahan Pasaman laksanakan persiapan pemotretan foto tegak PUNA untuk dukung PTSL 2026
12 February 2026 10:38 WIB
Pemkot Padang dukung pelaksanaan berbagai kegiatan positif di masjid selama Ramadhan
11 February 2026 18:12 WIB
Kementerian Kebudayaan RI dukung rangkaian kegiatan 100 Tahun Jam Gadang Bukittinggi
11 February 2026 15:16 WIB
Dukung ATR/BPN dalam pelaksanaan KKN Pertanahan, Gubernur DIY: Tata kelola yang baik lahir dari kolaborasi
11 February 2026 14:56 WIB
Wawako Maigus Nasir : Kelas digital SMP N 32 dukung peningkatkan kualitas pendidikan lewat teknologi
05 February 2026 18:29 WIB
Kemenkum Sumbar perkuat perlindungan Songket Silungkang Sawahlunto untuk dukung UMKM
05 February 2026 17:36 WIB
TKA jadi instrumen pemetaan akademik Nasional, Program Intensif Ruangguru hadir dukung kesiapan siswa
03 February 2026 18:08 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018