SOLOK - Nabilah, 7, hanya sanggup bersekolah dua tiga hari saja dalam seminggu. Nabilah menderita penyakit jantung. Mau tak mau, pihak SD 17 Sungai Rotan Kabupaten Solok harus mengizinkan, meski konsekuensinya Nabilah jadi tidak bisa maksimal dalam menerima pelajaran yang diberikan oleh para guru. Jika terlampau letih dan banyak aktivitas sakit itu tiba, nafasnya sesak, batuk-batuk, suhu badan tinggi, kelopak mata, ujung-ujung jari tangan dan kakinya membiru. Dia pun menangis, mengisyaratkan sakit kepada siapa pun yang saat itu menyaksikannya. Sudah dua bulan ini Nabilah divonis memiliki kelainan pada paru-paru dan jantungnya. Hal tersebut diketahui setelah Nabilah dibawa ke RSUP M.Djamil, bulan Ramadhan lalu. "Nabilah hanya dirawat enam hari, kata dokter yang menangani waktu itu, Nabilah harus segera dioperasi dan operasinya tidak bisa di Padang, mesti ke Jakarta," terang ayah Nabilah, Indra, 41, saat dihubungi oleh Tim Survei Dompet Dhuafa Singgalang, Senin (23/9). Bagi Indra yang hanya berpenghasilan tidak tetap, sebagai buruh bangunan, membawa Nabilah ke Jakarta seperti mimpi. "Ini saja sudah enam bulan saya tidak bekerja, tidak ada orang yang membawa saya menukang," kata Indra di rumah kontrakannya, belakang Kantor Jorong Sungai Rotan Dusun Ganting Kabupaten Solok . Untuk biaya hidup istri dan tiga anaknya selama enam bulan ini, Indra harus menjual seekor sapinya. Sapi yang didapatkannya dari hasil merawat ternak orang. "Untung ada ternak itu, kalau tidak entah bagaimana kami hidup, uang kontrakan dan listrik juga terus menunggu untuk dibayar," ungkapnya. Membawa Nabilah berobat ke Jakarta tentu sangat sulit bagi keluarga ini. "Jangankan ke Jakarta, ke Puskesmaspun tak punya uang," timpal ibunda Nabilah, Saridewi, 32. Keluarga tersebut berharap ada jalan terbaik bagi Nabilah. Bantuan dari kita akan sangat membantu proses penyembuhan Nabilah. Salurkan bantuan Anda melalui Dompet Dhuafa Singgalang di jalan Juanda No 31 C Pasar Pagi Padang atau hubungi 0751 40098. (winda)

Pewarta : 127
Editor :
Copyright © ANTARA 2024