Padang, (Antara) - Pimpinan DPRD Sumatera Barat mengimbau seluruh sekolah di daerah itu dilengkapi kamera pengawas atau CCTV mengantisipasi tindakan negatif yang terjadi di ruang kelas dan lingkungan sekolah. "Ini harus menjadi perhatian seluruh pemerintah kabupaten dan kota untuk melengkapi setiap sekolah dengan kamera CCTV agar tindakan kekerasan di sekolah tidak terulang kembali," kata Ketua DPRD Sumbar Hendra Irwan Rahim di Padang, Senin. Hal itu dikatakan Hendra terkait dengan beredarnya video kekerasan anak yang terjadi di SD Perwari Kota Bukittinggi. "Selain kita anggarkan di provinsi, kita juga meminta seluruh Kabupaten/kota menganggarkan dana untuk pengadaan CCTV ini. Kasus seperti ini tak boleh lagi terjadi," katanya. Selain pemasangan CCTV, Hendra juga meminta seluruh guru mengawasi dan membenahi karakter siswa. "Jangan hanya menyelesaikan tugas seorang pengajar saja. Guru juga harus mendidik siswa ke arah yang baik," katanya. Sementara Taufik Hidayat dari Fraksi Hanura justru menilai, terjadinya kasus video kekerasan dalam lingkungan sekolah itu, merupakan kesalahan dari sistim pendidikan, apakah itu sertifikasi guru, tingkat kelulusan dan lainnya. "Sudah sepantasnya pihak-pihak terkait untuk mengevaluasi lagi regulasi menyangkut masalah pendidikan itu," katanya. Kekerasan yang terjadi SD tersebut pada saat jam mengajar yang dilakukan oleh guru SMPN 2 Ampek Koto. Dia mengajar di SD Perwari Kota Bukittinggi itu untuk menambah jam dalam memenuhi sertifikasi. "Hal itu harus menjadi kajian kita bersama, apakah sertifikasi itu menambah kualitas atau justru merusak sistem pendidikan," katanya. Sementara itu, menindaklanjuti kekerasan yang terjadi di SD Perwari itu, pihak Pemerintah Kota Bukittinggi sudah memanggil pihak-pihak yang terkait untuk diminta keterangannya. (*)

Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026