Simpang Ampek, (Antara) - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Pasaman Barat Sumatera Barat (Sumbar) melakukan survei peninjauan wisata Gunung Talamau, Rabu.
"Survey ini bertujuan untuk melihat apa yang bisa dikembangkan dilokasi wisata tersebut. Rencananya kami akan membangun panorama atau rumah singgah di jalan menuju gunung Talamau tersebut," kata Kepala Disbudparnas Pasaman Barat, Afrizal Azwar, di Simpang Ampek, Rabu.
Ia menyebutkan potensi Gunung Talamau sebagai destinasi wisata pegunungan sangat tinggi. Penataan harus dilakukan sehingga membuat wisatawan bersemangat datang ke Gunung Talamau.
Ia menyebutkan Gunung Talamau merupakan gunung tertinggi di Sumbar dengan ketinggian 2.913 meter dari permukaan laut.
Ia menilai para wisatawan tidak akan rugi melakukan pendakian di Gunung Talamau karena memiliki pemandangan indah dan memiliki tantangan yang cukup tinggi menuju puncaknya.
Ia menjelaskan untuk mencapai Gunung Talamau itu bisa ditempuh dengan perjalanan darat selama enam jam dari Kota Padang.
Pendakian bisa ditempuh dari tiga titik start, yaitu Desa Pinagar, Malampah dan Kinali dengan waktu tempuh rata-rata 12 jam. Di sepanjang jalur pendakian banyak terdapat papan penunjuk jalur, sangat membantu agar tidak tersesat.
Ia mengatakan rute awal yang dilalui adalah lahan pertanian dan ladang penduduk. Setidaknya akan ada empat pos yang akan dilalui oleh para pendaki, yaitu Pondok Bukit Harimau Campo dengan Pos Rindu Alam, Pos Bumi Sarasah dan Posko Paninjauan.
Para wisatawan dapat menikmati pesona alam di jalur dan puncak Talamau. Dari puncak Gunung Talamau, terlihat jelas Puncak Gunung Pasaman.
Gunung Talamau berdekatan dengan Gunung Pasaman dan dipisahkan oleh sebuah sungai. Dari Puncak Gunung Talamau para pendaki bisa langsung turun dan naik ke Gunung Pasaman.
"Sampai dipuncak gunung para pendaki bisa melihat 13 telaga yang ada," sebutnya.
Ke-13 telaga itu antara lain, Talago Mandeh Rubiah, Talago Biru, Talago Tapian Sutan Bagindo, Talago Cindua Mato, Talago Tapian Puti Mambang Surau dan Talago Siuntuang Sudah.
Selain itu ada Talago Satwa, Talago Puti Bungsu, Talago Putri Sangka Bulan, Talago Rajo Dewa, Talago Lumuik, Talago Imbang Langik, dan Talago Buluah Parindu.
Gunung Talamau juga berbeda dengan gunung yabg lainnya. Salah satunya adalah adanya air terjun Puti Lenggo Geni dengan ketinggian 109 meter.
Bahkan, di Padang Siranjano juga akan ditemui padang rumput dengan fauna rusa, kijang, kambing hutan dan tapir. Selain 13 telaga tadi juga terdapat kawah belerang di lima puncak gunung yang tersebar di Gunung Talamau.
"Semua potensi itu tentunya akan kami kelola dan menjadikan sebagai daerah wisata andalan untuk daerah pegunungan. Dalam waktu dekat kita akan membangun panorama atau rumah singgah," jelasnya.(*/sun)