Jakarta, (Antara) - Panitia seleksi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membutuhkan masukan masyarakat yang faktual, kata anggota panitia Farouk Muhammad di ruang rapat Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta, Jumat. "Saat ini masukan yang telah masuk sekitar 173 halaman, kebanyakan masukan yang telah diterima ialah masukan bersifat mendukung dan promosi," kata Farouk saat pengumuman enam calon pimpinan KPK yang lolos tes profil. Ia mengatakan, panitia seleksi membutuhkan masukan tentang perbuatan pidana, perbuatan tercela, gaya hidup karena itu akan berpengaruh pada figur seorang pimpinan KPK. Anggota Panitia seleksi lainnya, Renald Khasali, juga mengatakan bukan masukan-masukan yang sifatnya lebih mendukung, karena tidak ada gunanya. "Yang kita butuhkan adalah masuk yang fakual, mengenai segala perilaku, kejadian-kejadian menyangkut korupsi," kata Renald. Ia menambahkan Informasi-informasi faktual yang harus bisa ditelusuri lebih jauh bukan berdasarkan kabar yang belum tentu benar. "Kita bukan untuk menuduh dan menghakimi, tetapi yang kita inginkan adalah fakta, sehingga fakta ini dapat kami olah oleh tim kami yang dipercaya" katanya. Renald menambahkan masukan itu akan dikonfirmasikan saat tahap wawancara. Keenam calon pimpinam KPK tersebut akan menjalani tes kesehatan di RSPAD, Jakarta, pada 30 Sepetember dan akan dilanjutkan tes wawancara yang terbuka untuk umum pada 9 Oktober. (*/sun)