Pengadilan Turki Perintahkan Penahanan 12 Perwira Polisi
Minggu, 27 Juli 2014 18:54 WIB
Istanbul, (Antara/Reuters) - Pengadilan Turki Sabtu memerintahkan penahanan resmi 12 perwira polisi lagi, termasuk mantan kepala intelijen Istanbul, sambil menunggu tuduhan-tuduhan yang mungkin penyadapan pembicaraan telepon Perdana Menteri Tayyip Erdogan, kata media.
Penahanan terhadap 115 perwira polisi dalam operasi-operasi malam hari awal pekan ini yang menimbulkan pergolakan kekuasaan antara Erdogan dan bekas sekutunya, Fethullah Gulen,seorang pakar Islam yang berpengaruh yang kini tinggal di Pennsyvania, Amerika Serikat, yang para pengikutnya memegang jabatan-jabatan pentng di kepolisian dan pengadilan selama 11 tahun Erdogan berkuasa.
Aliansi itu mulai retak tahun 2010 dan menyebar luas ke publik pada akhir tahun 2013 ketika polisi menahan putra-putra tiga menteri kabinet atas tuduhan korupsi dan rekaman-rekaman audio tentang Erdogan, keluarganya dan para menteri yang dituduh tidak becus dibocorkan di YouTube.
Fuat Ali Yilmazer, yang mengawasi intelijen bagi kepolisian Istanbul dan dituduh membentuk dan memimpin satu geng kriminil, dan termasuk di antara mereka yang ditahan,kata stasiun televisi CNN Turk. Yang lainnya dituduh melakukan menyadapan percakapan telepon yang tidak sah,memalsukan dokumen-dokumen dan kegiatan spionase.
Delapan orang lainnya ditahan Jumat.
Wakil Perdana Menteri Besir Atalay mengataan penyelidikan menyangkut penyadapan pembicaraan telepon mungkin mencapai tingkat pengadilan.
Erdogan yang ikut mencalonkan diri bagi pemilihan presiden 10 Agustus berjanji akan melaporkan kepad pengadilan menyangkut pencemaran nama baik terhadap "negara paralel" nama yang ia berikan kepada para pengikut Gulen di birokrasi.
Ia menuduh mereka memiliki satu jaringan kejahatan termasuk mengorganisasikan protes-protes anti-pemerintah menggunakan tuduhan-tuduhan korupsi dalam usaha untuk menggulingannya dalam satu kudeta.
Operasi itu dilakukan setelah satu operasi pembersihan yang ditujukan pada kepolisian, pengadilan dan institusi-institusi negara lainnya tahun ini yag para pengeritik pemerintah kecam sebagai satu gejala cengkeraman kuat kekuasaan Erdogan.
Para perwira polisi mengatakan penahanan itu bermotif politik.
Yakup Saygili adalah seorang perwira polisi yang dipecat dari pasukan keamanan itu Maret setelah memimpin unit kejahatan keuangan yang memeriksa tuduhan-tuuhan korupsi terhadap kalangan dalam Erdogan.
Erdogan membantah telah mengintervensi proses pengadilan.
Para pengeritik mengatakan retorika tuduhan Erdogan telah mempolarsasi politik dan bertujuan untuk meraih suara lebih banyak.
Belasan perwira yang ditahan berusaha meninggalkan gedung pengadilan setelah periode penahanan pra-tuduhan empat hari berakhir Sabtu, kemudian melakukan protes duduk setelah polisi pengadilan melarang mereka pergi. (*/WIJ)
Pewarta : 34
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kualifikasi Piala Dunia 2026 : Spanyol cetak kemenangan telak 6-0 ketika bertandang ke markas Turki
08 September 2025 4:46 WIB
Kualifikasi Piala Dunia 2026 : Turki raih kemenangan 3-2 Georgia, Wales menang tipis atas Kazakhstan
05 September 2025 4:51 WIB