Jakarta, (Antara) - Pengusaha Tomy Winata mengatakan akan mencegah segala bentuk penambangan di kawasan Tambling Wildlife Nature Conservation, Lampung Barat yang dikelola Artha Graha Peduli.
"Kalau ada konsesi hutan, konsesi tambang dan lain-lain, maka saya berharap ada konsesi konservasi alam di Tambling," kata Tomy Winata di Jakarta, Rabu.
Tomy mengatakan dia sudah mengimbau dan bersepakat dengan pemerintah baik daerah maupun pusat untuk melakukan konservasi alam di kawasan tersebut.
Karena itu, dia berharap jangan sampai ada upaya pencarian potensi tambang dan mineral serta eksplorasi sumber energi yang berpotensi merusak konservasi alam di Tambling.
"Kami akan berusaha mencegah segala jenis pertambangan. Saya sudah berjanji pada diri saya sendiri, akan kualat kalau sampai mengambil mineral yang ada di Tambling," tuturnya.
Namun, Tomy menegaskan bahwa kawasan konservasi alam Tambling merupakan kawasan terbuka dan bebas untuk dilintasi atau dikunjungi.
Hanya saja dia berharap siapa pun yang memasuki kawasan tersebut memberitahu atau melapor terlebih dahulu agar bisa dipantau dan mendapat pengawalan dan bantuan bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
"Banyak orang salah mengerti. Di kawasan itu banyak satwa liar. Jangan sampai ketika ada orang masuk dan membawa perlengkapan membela diri, lalu bertemu satwa liar dan panik, malah menyerang atau membunuh satwa itu. Lebih baik dikawal petugas kami yang sudah terbiasa di kawasan itu," katanya.
Organisasi konservasi kucing besar liar internasional Panthera memberikan penghargaan kepada Indonesia atas keberhasilan konservasi harimau sumatera dalam pertemuan tahunan "Tigers Forever" di Jakarta
Phantera memberikan penghargaan kepada Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, Pemerintah Provinsi Lampung, Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya, Kepala Badan Nasional untuk Perubahan Iklim Rachmat Witoelar dan Yayasan Artha Graha Peduli-Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC). (*/sun)