Solo, (Antara) - Timnas U-18 Korea Selatan yang merupakan juara bertahan 2013 ditahan imbang Tiongkok 2-2 pada pertandingan perdana Grup A "Asian Schools Football U-18 Championship" di Stadion Sriwedari Solo, Jawa Tengah, Jumat. Pertandingan kedua tim berjalan seru dan saling menyerang mengingat keduanya menampilkan permainan penuh semangat untuk mengalahkan lawan. Pada pada babak pertama, Korsel menampilkan permainan cepat, tetapi Tiongkok dengan kapten Leng Shiao melakukan penjaga ketat sehingga mampu menguasai permainan. Korsel dikejutkan dengan gol Tiongkok pada menit 13 melalui tendangan Gao Zhijie yang tidak mampu diantisipasi kiper Kang Jiong Mook sehingga mengubah kedudukan menjadin 0-1. Bahkan, Korsel kembali kebobolan menit 43 melalui tendangan Jiang Zilei yang berhasil lolos dari pemain belakangnya dan tinggal berhadapan dengan kiper Kang jeong Mook. Jiang dengan mudah mengecoh kiper Korsel, mengubah kedudukan menjadi 0-2. Korsel berhasil memperkecil ketinggalnya menit 44 melalui Yoon Cheol Hyun setelah memanfaatkan umpan silang dari sudut kanan gawang China, sehingga mengubah kedudukan menjad8i 1-2 dan bertahan hingga turun minum. Memasuki babak kedua Korsel menampilkan permainan cepat dan lebih menekan ke pertahanan lawan. Kapten tim Korsel Min Jun Yeong yang sebelumnya di barisan lini belakang, posisinya dimajukan menjadi gelandang bertahan, sehingga mampu menguasai permainan di babak kedua. Korsel yang terus menekan ke pertahanan lawan akhirnya menghasilkan gol menyamakan kedudukan menjadi imbang 2-2 di menit 81 melalui tendangan keras kapten Min jun Yeong yang memanfaatkan umpan tarik dari Yoon Cheol Hyun. Korsel yang menjadi juara bertahan pada tahun lalu tersebut akhirnya bermain seri melawan Tiongkok hingga wasit yang memimpin pertandingan Rusdi dari Indonesia meniup peluit panjang tanda babak kedua berakhir. Pelatih Timnas U-18 Korsel Jang Soo Yung mengatakan kedua tim menampilkan permainan bagus sehingga kesebelasannya sempat ketinggalan 1-2 di babak pertama. Namun, timnya bisa bangkit dan menguasai pertandingan di babak kedua dengan menekan ke pertahanan Tiongkok sehingga mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2. "Tiongkok bukan tim sembarangan, mereka cukup kuat baik individu maupun secara tim. Pemain kami sempat bermain kurang percaya diri, mereka demam panggung atau grogi menghadapi China," katanya. Menyinggung soal cuaca di Kota Solo, Jawa Tengah, Indonesia, Jang Soo Yung menjelaskan, pemainya tidak terlalu bermasalah karena di negaranya hampir sama kondisi panasnya. "Kami menganggap lawan berat tim asal tuan rumah Indonesia, mereka yang pada 2013 maju ke final melawan timnya," katanya. (*/WIJ)