
Thailand Tahan Seorang Pemimpin Protes

Bangkok, (Antara/AFP)- Pihak berwenang Thailand menahan salah seorang dari para pemimpin gerakan protes anti-pemerintah atas tuduhan-tuduhan termasuk pemberontakan dan penghasutan kerusuhan, kata seorang pejabat Sabtu. Mantan anggota parlemen oposisi Sakoltee Phattiyakul adalah salah seorang daru sejumlah kecil para pemrotes terkemuka yang ditahan kendatipun belasan orang telah mendapat perintah penangkapan. Ia ditangkap sekitar Jumat tengah malam di bandara utama Bangkok ketika pulang dari kunjungan ke luar negeri. "Ia menghadapi lima tuduhan serius termasuk pemberontakan, pelanggaran hukum, menghasut aksi kekerasan dan mengganggu pemilu," kata Tarit Pengdith, direktur jenderal Depertemen Penyelidikan Khusus Kementerian Kehakiman (DSI). Sakoltee, yang dianggap seorang pemimpin protes penting", sedang diperiksa dan akan diserahkan kepada Pengadilan Pidana di mana pihak berwenang akan menolak uang jaminannya, kata Tarit. Para pemimpin gerakan anti-pemerintah mengabaikan surat perintah penangkapan dengan terus menyampaikan pidato-pidato keras, memimpin unjuk rasa, memblokir jalan-jalan dan mengepung gedung-gedung pemerintah dalam usaha mereka untuk menggulingkan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra. Sakoltee memimpin para pemerotes menyerbu gedung lembaga penyiaran Thailand PBS akhir tahun lalu. Gerakan menuntut penggantian pemerintah Yingluck dengan satu "dewan rakyat" yang tidak dipilih yang akan mengawasi reformasi-reformasi menangani korupsi dan mengekang dominasi politik keluarga manta konglomerat itu. Pemimpin protes Suthep Thaugsuban menghadapi beberapa surat perintah penangkapan terkait dengan unjuk-unjuk rasa termasuk pengkhianatan , serta tuduhan-tuduhan pembunuhan menyangkut tindakan keras yang mematikan terhadap demonstrasi-demonstrasi oposisi tahun 2010 ketika ia menjadi wakil perdana menteri. Yingluck sementara itu dituduh melalaikan tugas sehubungan dengan rencana pengurangan subsid beras dan pemindahan seorang pejabat senior sipil yang tidak layak. Kedua kasus itu dapat membawa dia dipecat dari jabatannya dalam beberapa pekan. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
