Logo Header Antaranews Sumbar

BEI: WTON Diharapkan Memotivasi Bumn Lakukan IPO

Selasa, 8 April 2014 13:47 WIB
Image Print

Jakarta, (Antara) - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengharapkan bahwa tercatatnya saham PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) di pasar modal dapat memotivasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk melakukan penawaran umum perdana saham (IPO). Direktur utama BEI Ito Warsito di Jakarta, Selasa mengatakan bahwa PT Wijaya Karya Beton Tbk yang merupakan anak usaha BUMN dapat membuktikan perannya dalam memajukan pasar modal Indonesia. "Suksesnya Wika Beton tentu akan membuat iri BUMN, sehingga akan memicu masuk ke pasar modal," ujar dia. Menurut dia, situasi pencatatan saham Wijaya Karya Beton cenderung sama dengan induk usahanya, yakni dilakukan ketika sedang terjadi krisis di pasar keuangan, namun induk dan anak usaha BUMN itu cukup sukses dalam melakukan penawaran sahamnya dan mengalami permintaan yang signifikan. Tercatat, saham PT Wijaya Karya Beton Tbk dengan kode perdagangan WTON dibuka menguat sebesar 23,72 persen menjadi Rp730 per lembar saham dari harga awal sebesar Rp590 per lembar saham. Saham WTON sempat menyentuh level tertinggi ke level Rp885 per lembar saham atau menguat sebesar 50 persen. Sementara itu, Direktur Utama WTON Wilfred Imanuel Adisulung Singkali mengatakan bahwa dana hasil IPO yang sebesar Rp1,2 triliun akan digunakan untuk ekspansi. Dipaparkan, sebesar 85 persen telah disiapkan untuk pengembangan usaha, dan sisanya sebesar 15 persen ditetapkan sebagai tambahan modal kerja perusahaan. "Dengan demikian, kami memiliki momentum untuk terus berkembang sebagai upaya mewujudkan misi menjadi pemimpin pasar beton pracetak di Asia Tenggara," tegas Wilfred. Deputi Bidang Restrukturisasi dan Perencanaan Strategis Kementerian BUMN, Wahyu Hidayat mengharapkan bahwa BUMN lainnya dapat diberikan izin untuk melakukan IPO karena dapat menambah nilai positif bagi perusahaan dan negara. "BUMN kalau go public selalu dinanti investor. Walaupun baru 20 BUMN yang tercatat, namun nilai kapitalisasinya meliputi 25 persen di bursa. Saya harapkan, tidak saja Wika Beton yang IPO, semoga BUMN lain dizinkan untuk go public," ujarnya. Menurut dia, pengaruh Pemilu terhadap pasar modal Indonesia tidak terlalu signifikan, hal itu terlihat dari positifnya saham Wijaya karya Beton Tbk. "Ada yang bilang tidak bagus untuk melakukan listing ditahun politik tapi itu terpatahkan hari ini," paparnya. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026