
Pemberontak Sayap-Kiri Berikrar Lanjutkan Perjuangan

Manila, (Antara/Xinhua-OANA) - Partai Komunis China, Tentara Rakyat Baru dan Front Demokratik Nasional (CPP-NPA-NDF), Senin, berikrar untuk melanjutkan perjuangan bersenjata kendati dua pemimpin senior mereka ditangkap. CPP mengatakan, "Penangkapan Tiamzon dan Austria takkan menghentikan kecenderungan utama gerak maju perang rakyat." Militer dan polisi, Sabtu lalu (22/30, menangkap Benito Tiamzon --Ketua CPP-NPA-- dan Wilma Austria Tiamzon, Sekretaris Jenderal, di Provinsi Cebu di Filipina Tengah. "Pendalangan, korupsi, kebrutalan dan dusta" rejim Benigno Aquino, katanya, mengajarkan rakyat Filipina mengenai perlunya mengobarkan perlawanan revolusioner, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin siang. CPP sebelumnya menuntut pemerintah bagi pembebasan segera dan tanpa syarat pasangan Tiamzon, dan menekankan penangkapan mereka tidak sah, sebab keduanya tercakup oleh Kesepakatan Gabungan mengenai Jaminan Kekebalan dan Keselamatan (JASIG), yang ditandatangani oleh pemerintah CPP-NPA-NDF pada 1995. Namun Pemerintah Aquino menolak seruan tersebut, dan mengatakan NDF, sayap politik CPP-NPA, gagal membuka failnya sendiri yang diduga berisi gambar dan identitas sesungguhnya konsultannya pada 2011. Pembicaraan perdamaian di jalur khusus antara pemerintah dan NDF juga ambruk pada Februari 2013. Kelompok pemberontak sayap-kiri tersebut telah mengobarkan perang melawan pemerintah selama lebih dari empat dasawarsa. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
