
LSI: Mahfud Capres Alternatif dengan Skor Tertinggi

Jakarta, (ANTARA) - Hasil survei dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) menyimpulkan Ketua Mahkamah konstitusi Mahfud MD sebagai calon presiden alternatif untuk Pemilu Presiden 2104 pendatang dengan skor tertinggi. "Kami melakukan survei untuk menampilkan figur yang memiliki kualitas sebagai calon presiden, meskipun saat ini masih kurang populer," kata Direktur Eksekutif LSI, Kuskridho Ambardi pada publikasi hasil survei LSI di Jakarta, Rabu. Menurut Dodi Ambardi, panggilan akrab Kuskrido Ambardi, definisi calon presiden alternatif adalah figur yang dinilai berkualitas, tapi belum memiliki popullaritas secara nasional. Indikatornya, kata dia, pemilih secara nasional mengenalnya masih kurang dari 50 persen, tapi memiliki kemampuan kualitas sudah 60 persen atau lebih. Mereka adalah, Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD yang memperoleh skor 79, Menteri BUMN Dahlan Iskan dengan skor 76, Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dengan skor 71, Mantan Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid dengan skor 71, Menteri Keuangan Agus Martowardojo 68, Menko Polhukam Joko Suyanto 67, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan 66, Chairul Tanjung 66, Endriartono Sutarto 66, Surya Paloh 64, dan Pramono Edhie Wibowo 64. Peneliti LSI, Burhanuddin Muhtadi mencontohkan, Mahfud MD baru dikenal oleh masyarakat secara nasional sekitar 30 persen, tapi kemampuan kualitasnya mencapai 100 persen. Menurut Burhan, Pemilu Presiden 2014 masih sekitar satu setengah tahun ke depan, sehingga masih ada waktu bagi para calon presiden alternatif untuk mempersiapkan diri. "Hal ini sangat tergantung dari keinginan dan upaya-upaya yang dilakukan oleh para figur tersebut," tuturnya. Survei yang dilakukan LSI pada Februari hingga Oktober 2012 dengan mewawancarai sebanyak 223 responden dari kalangan "opinion leader", pimpinan media, serta pengamat dan pimpinan lembawa swadaya masyarakat. Sementara itu, Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD menyatakan, senang namanya berada di posisi teratas pada hasil survei LSI perihal calon presiden yang lebih berkualitas. "Saya merasa senang, nama saya sering muncul pada hasil survei soal calon presiden. Meskipun, nama saya muncul di peringkat teratas, tapi saya belum memiliki keberanian untuk menyatakan siap mencalonkan diri," katanya. Menurut Mahfud, untuk tampil sebagai calon presiden harus memiliki dua modal utama yakni partai politik dan uang. "Karena saya tidak memiliki keduanya, jadi saya tahu diri saja," ujarnya. Ia menegaskan, saat ini dirinya tidak bisa menjawab akan siap untuk dicalonkan atau tidak, tapi nanti pada saatnya ia akan menyatakan sikapnya secara tegas. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
