
Dahlan Tantang Berdikari Percepat Revitalisasi RPH

Bekasi, (Antara) - Menteri BUMN Dahlan Iskan mendorong perusahaan peternakan milik negara PT Berdikari (Persero) melakukan revitalisasi rumah potong hewan (RPH) untuk mengatasi permasalahan kelangkaan daging sapi pada setiap Lebaran. "Berdikari saya minta untuk bergerak cepat merevitalisasi RPH yang sudah ada, termasuk membangun RPH-RPH baru di sejumlah wilayah," kata Dahlan, di sela peninjauan RPH Berdikari di Desa Gandasari, Cibitung, Bekasi. Menurut Dahlan, selama ini setiap menjelang Lebaran muncul permasalahan harga daging yang bisa melambung hingga di atas Rp130.000 per kilogram. "Ini ada yang salah soal pasokan hingga distribusi. Sehingga perlu terobosan dengan menambah jumlah dan kapasitas RPH dan pasokan sapi secara berkesinambungan," kata Dahlan. Saat meninjau RPH Cibitung tersebut, Dahlan menemukan kondisi RPH yang cukup memprihatinkan karena minim fasilitas. RPH yang sempat ditutup karena krisis moneter tahun 1997 tersebut, sejak 2013 dihidupkan kembali. "Saat ini kapasitas potong di sini hanya 25 ekor per hari. Dengan revitalisasi diharapkan kapasitas potong bisa ditingkatkan hingga di atas 100 ekor per hari," kata Dahlan. Pada kesempatan itu Dahlan pun menantang Direksi Berdikari untuk mampu membangkitkan kembali RPH Berdikari. "Dalam tiga bulan ke depan saya minta RPH ini (Cibitung) sudah memiliki fasilitas yang lebih bagus, sehingga tidak hanya pemotongan sapi tetapi juga untuk pengembangan hilir dari daging sapi," kata Dahlan. Sementara itu, Direktur Utama Berdikari Libranto El Arief mengatakan pihaknya sedang mengembangkan RPH setidaknya di 11 lokasi, yaitu 2 RPH di Sumbawa (Potonan dan Bima), dua di Sulawesi Selatan (Pare-Pare dan Gowa) dan Sumbar (Payakumbuah). Selanjutnya di Jawa Barat (Depok, Purwakarta, Tangerang, Bandung). Menurut Arief, selain RPH juga dikembangkan peternakan sapi terpadu mulai dari pembibitan, sapi potong hingga sapi perah. Untuk merevitalisasi bisnis peternakan tersebut, Berdikari mengalokasikan anggaran sebesar Rp65 miliar. "Dana revitalisasi untuk pengembangan RPH mulai dari fasilitas pemotongan seperti peralatan dengan peningkatan teknologi, alat pendingin, hingga untuk perbaikan gedung," kata Arief. Menurut dia, mulai tahun 2014 pihaknya siap melakukan penggemukan sapi yang ditargetkan mencapai 60.000 ekor hingga tahun 2015. "Total seluruh sapi tersebut berasal dari sapi lokal dan sapi impor. Hal ini juga diperuntukkan sebagai langkah menekan harga jual daging sapi yang tetap tinggi di pasaran," katanya. Untuk mendukung program penggemukan sapi tersebut, ujar Arief, Berdikari akan mendirikan "range" (kandang peternakan) di sejumlah lokasi seperti satu di Jawa Timur, dua kandang di Jawa Barat, satu kandang di Serang, selain delapan kandang yang sudah siap dioperasikan. Ia menambahkan, untuk tahap awal Berdikari akan mengimpor sapi betina sebanyak 2.000 ekor pada kuartal I/2014, dan hingga mencapai 5.000 ekor pada kuaral II/2014. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
