Logo Header Antaranews Sumbar

Karzai Takkan Tandatangani Kesepakatan dengan Gedung Putih

Rabu, 12 Februari 2014 08:15 WIB
Image Print

Washington, (Antara/Xinhua-OANA) - Direktur Badan Intelijen Nasional AS James Clapper, Selasa (11/2), mengatakan Presiden Afghanistan Hamid Karzai mungkin takkan menandatangani kesepakatan keamanan bilateral dengan Gedung Putih. Ketika ditanya dalam dengar pendapat di Kongres apakah akan lebih baik jika Washington semata-mata menunggu pemilihan presiden baru Afghanistan bagi penandatanganan kesepakatan, Clapper berkata, "Saya tak percaya Presiden Karzai akan menandatanganinya." Pemerintah Presiden AS Barack Obama telah mendesak Karzai agar menandatangani kesepakatan keamanan yang akan mensahkan tentara AS tetap berada di Afghanistan setelah 2013. Karzai sejauh ini telah menolak untuk menandatanganinya, kendati Washington berkeras kesepakatan harus disepakati sebelum AS setuju untuk meninggalkan kesatuan tentara di Afghanistan. Wall Street Journal pada Senin (10/2) juga melaporkan militer AS telah mengubah rencana untuk menarik tentara dari Afghanistan sebab Gedung Putih kecewa kepada Presiden Afghanistan Hamid Karzai --yang mengatakan penandatanganan kesepakatan keamanan dengan AS mesti diserahkan kepada penggantinya. Menurut surat kabar tersebut, pilihan untuk menunggu itu mencerminkan kepercayaan yang berkembang di Washington bahwa ada sedikit peluang untuk mempersiapkan hubungan dengan Karzai dan membuat dia menandatangani kesepakatan keamanan bilateral (BSA) sebelum pemilihan umum, yang dijadwalkan diselenggarakan pada musim semi. Rencana militer itu adalah contoh paling penting setakat ini mengenai cara yang mesti diupayakan AS untuk memperkecil ketergantungannya pada Karzai, yang penolakannya untuk menandatangani kesepakatan keamanan di tengah gelombang pernyataan anti-Amerika telah membuat kecewa pembuat kebijakan di Washington. Gedung Putih telah menyatakan penolakan Karzai telah mencuatkan prospek bahwa Presiden Barack Obama akan memerintahkan penarikan total tentara AS tahun ini. Para pejabat Afghanistan belum bisa dimintai komentar. Pejabat Pers Gedung Putih Jay Carney telah berulangkali mengatakan dalam beberapa pekan belakangan AS ingin Pemerintah Afghanistan menandatangani kesepakatan keamanan dalam waktu "beberapa pekan". Jadwal yang berubah itu dilandasi atas rencana baru yang diajukan Pentagon ke Gedung Putih pada Januari, yang menyerukan dipertahankannya 10.000 prajurit AS di Afghanistan setelah 2014 di sejumlah pangkalan terbatas. Meskipun militer AS sekarang percaya dapat menunggu sampai musim panas --atau lebih lama lagi-- untuk memutuskan kehadiran pasca-2014, sekutu lain NATO telah memberitahu Pentagon bahwa mereka lebih prihatin dengan penundaan lebih jauh untuk memperoleh kesepakatan keamanan. Tak seperti AS, negara lain sekutu NATO tersebut tak memiliki peralatan dan kemampuan militer yang diperlukan untuk menunggu sampai musim gugur untuk membuat keputusan akhir. Pihak NATO juga menyampaikan keprihatinan bahwa Karzai tampaknya takkan menandatangani kesepakatan dan mungkin akan menyerahkan pilihan itu kepada penggantinya. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026