
Leo Batubara : Tiga Capres Tak Punya "Kendaraan"

Bengkulu, (Antara) - Tokoh pers Indonesia Leo Batubara berpendapat bahwa ada tiga kandidat calon presiden yang tidak memiliki kendaraan politik atau partai politik. "Ada tiga tokoh yang bersih dan jujur yang pantas menjadi pemimpin Indonesia tapi tidak memiliki kendaraan atau partai politik," katanya dalam forum Konvensi Media Massa yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pusat di Bengkulu, Sabtu. Leo tidak bersedia membeberkan nama ketiga figur yang dinilainya layak menjadi calon presiden (capres) itu. Namun, bagi pekerja media massa yang independen dan bebas dari kepentingan politik golongan tertentu, mampu mengenali ketiga sosok tersebut. "Saya tidak perlu sebutkan namanya, tapi bagi media yang independen tahu siapa ketiga tokoh itu," katanya disambut tawa peserta konvensi. Konvensi Media Massa dengan tema "melahirkan pemimpin bangsa yang hebat 'good to great leader'" menghadirkan tiga kandidat yakni Dino Patti Djalal, Mahfud MD dan Dahlan Iskan. Ia mengatakan ketiga figur itu sangat layak menjadi pemimpin Indonesia sebab memiliki empat kriteria yang dibutuhkan untuk memimpin bangsa ini. Empat kriteria tersebut menurutnya yakni jujur dan bersih, biasa dekat dengan rakyat, tidak terkena penyakit teori Marceveli, dan memiliki keberanian dan tegas. "Tapi ketiga putra bangsa ini tidak memiliki intervensi terhadap partai politik, padahal mereka sangat layak," ucap mantan Wakil Ketua Dewan Pers ini. Sebelumnya ketiga narasumber sudah diberikan kesempatan untuk menyampaikan gagasan tentang kepemimpinan Indonesia lima tahun ke depan. Dino Patti Djalal yang merupakan peserta konvensi calon presiden Partai Demokrat mengatakan Indonesia harus lebih ramah terhadap investasi. "Karena negara yang terlalu antiasing akan sulit maju. Contohnya China dan India yang dulunya antiasing saat ini sudah membuka diri dan menjadikan dunia internasional sebagai mitra untuk maju," katanya. Sementara Mahfud MD menilai banyak hal yang perlu dibenahi di negara ini, terutama penegakan hukum dan pemerataan pendapatan masyarakat. Saat ini kata dia, sebanyak 1 persen masyarakat Indonesia menguasai 70 persen lahan dan 40 persen aset. "Ini bumerang yang bisa mengganggu stabilitas bangsa. Pemerataan pendapatan masyarakat atau kesenjangan antara si kaya dan miskin harus diperkecil," katanya. Sedangkan Dahlan Iskan yang juga peserta konvensi capres dari Partai Demokrat mengatakan bahwa media massa berperan penting meningkatkan kualitas demokrasi di Tanah Air. Ia menilai Indonesia akan lebih unggul jika mampu berinovasi dan lebih produktif mengelola sumber daya alam. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
