Logo Header Antaranews Sumbar

Pemkab Agendakan Tujuh Paket Wisata Selama 2014

Kamis, 6 Februari 2014 19:42 WIB
Image Print

Sarilamak, Sumbar, (Antara) - Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat pada 2014 mengagendakan untuk melaksanakan sebanyak tujuh paket kegiatan pariwisata guna meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah itu."Setiap kegiatan pariwisata yang akan dilaksanakan sesuai waktu yang ditentukan juga dibarengi dengan berbagai atraksi kesenian dan kebudayaan," kata Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Limapuluh Kota Zulhikmi di Tanjung Pati, Kamis.Ia menyebutkan, ketujuh paket pariwisata yang akan dilaksanakan adalah penyambutan bulan puasa (potang balimau) di Pangkalan, Kajang di Gunuang Malintang, Kulinasi Sakidomura di Koto Alam dan Paralayang di Gunuang Bungsu.Selanjutnya juga ada kegiatan Panjat Tebing di Harau serta Tour de Singkarak (TdS), Pacu itiak di Sikabu, Pacu Jawi, Alang-alang (layang-layang) di beberapa tempat di daerah tersebut.Menurut Zulhikmi, pada setiap ajang yang dilaksanakan tersebut Pemda setempat juga menyiapkan berbagai hiburan terutama berupa seni tradisi dan kebudayaan yang ada di Limapuluh Kota seperti randai, sijobang serta bermacam tarian khas Minangkabau.Disamping itu, dalam paket kegiatan yang akan dilaksanakan bersama beberapa iven yang akan dilaksanakan juga tidak ketinggalan dengan berbagai macam perlombaan tradisional yang bisa diikuti oleh siapa saja."Setiap kegiatan hiburan yang dilakukan dalam paket pariwisata ini diarahkan kepada hal yang dapat mengundang keramaian dan mempu mempersatukan masyarakat," ujarnya lagi.Lebih lanjut dikatakan bahwasannya dalam kegiatan pariwisata yang akan berlansung di Limapuluh Kota sengaja ditampilkan kegiatan tradisional sekaligus untuk memperkenalkan kepada masyarakat terutama generasi muda.Dengan begitu, berbagai khazanah budaya dan seni di ranah minang yang sudah ada sejak dahulu kala tidak lapuk diten zaman.Apalagi, katanya, seiring berlalunya waktu dan modernisasi sehingga berbagai ciri khas Minangkabau kian tidak diminati masyarakat."Kebanyakan masyarakat lebih memntingkan kesenian kontemporer ketimbang yang berbau tradisional," sebutnya.Dingan dilaksanakannya berbagai atraksi kesenian tradisional dalam berbagai ajang melalui pihak kepariwisataan ini diharapkan dapat menjadikan masyarakat lebih akrab dengan pada yang sudah kita miliki sejak zaman dulu kala, pungkasnya. (**/zik)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026