Logo Header Antaranews Sumbar

PM Bangladesh Bersikeras Hasil Pemilu Sah

Senin, 6 Januari 2014 19:15 WIB
Image Print

Dhaka, (Antara/AFP) - Perdana Menteri Bangladesh, Sheikh Hasina, bersikeras bahwa keterpilihnya dia kembali dalam pemilihan umum, yang diboikot oposisi, adalah sah.Dia mengatakan pesaingnya harus menghentikan aksi teror sebelum mereka bertemu untuk berbicara. Boikot yang dilakukan partai oposisi utama Nationalis Bangladesh Party (BNP), kata Sheikh Hasina, tidak seharusnya diartikan bahwa keabsahan pemilihan umum dipertanyakan.Sheikh Hasina bersama partainya, Liga Awami, menang telak dalam pemilihan umum yang digelar Minggu. "Rakyat berperanserta dalam pemilihan umum dan partai lain juga turut," kata Hasina dalam pernyataan pertamanya setelah pemilihan umum tersebut. BNP menolak ambil bagian dalam pemilu setelah Hasina menolak permintaan mereka untuk tidak campur tangan dan mengizinkan pemilu diorganisir oleh pemerintahan sementara yang netral. Namun Perdana Menteri mengatakan ia telah menawari pemimpin BNP Khaleda Zia kesempatan untuk bergabung dengan pemerintahan sementara lintas-partai sebelum pemilu digelar. "Dengar, saya sudah mencoba yang terbaik. Saya katakan pada anda, saya menawarkan untuk berbagi kekuasaan dengan oposisi, saya lakukan apa yang bisa dilakukan namun mereka tidak menanggapi," katanya kepada media asing di rumah jabatannya di Dhaka. "Sekarang jika mereka sadar bahwa mereka membuat kesalahan dengan tidak ambil bagian dalam pemilu, mungkin mereka bisa maju untuk berdiskusi dengan kami atau membuat tawaran," tambah dia. "Jika mereka maju untuk berbincang dengan kami, mereka harus meninggalkan semua aksi teroris ini karena apa yang mereka lakukan membunuh rakyat, membunuh polisi, membunuh rakyat tak bersalah," katanya. Pemungutan suara pada Minggu itu merupakan pemiliha umum paling berdarah dalam sejarah Bangladesh sejak merdeka. Menurut polisi, setidaknya 26 orang tewas sementara ratusan tempat pemungutan suara diserang oleh pendukung oposisi. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026