Logo Header Antaranews Sumbar

Nigeria Tawarkan Hadiah Bagi Penangkapan Pemimpin Boko Haram

Sabtu, 24 November 2012 06:19 WIB
Image Print

Kano, Nigeria, (ANTARA/AFP) - Militer Nigeria hari Jumat menawarkan hadiah ratusan ribu dolar bagi pemberi informasi yang mengarah pada penangkapan para pemimpin kelompok garis keras Boko Haram. Sebuah pernyataan militer mencatat 19 tersangka anggota senior Boko Haram yang dituduh bertanggung jawab atas kematian ratusan orang dalam kekerasan di Nigeria utara dan tengah. Hadiah 50 juta naira (317.000 dolar) ditawarkan bagi penangkapan pemimpin kelompok itu, Abubakar Shekau, dan 10 juta naira bagi "komandan-komandan" lain Boko Haram. "Mereka diburu dalam kaitan dengan kegiatan-kegiatan teroris, khususnya di zona timurlaut Nigeria yang mengarah pada pembunuhan, pemboman dan kematian sejumlah warga sipil, pemimpin keagamaan, ketua suku, pengusaha, politikus, pegawai negeri dan personel keamanan," kata militer dalam pernyataan itu. "Mereka juga diburu karena serangan pembakaran dan penghancuran harta-benda yang bernilai jutaan naira," tambahnya. Pada Juni, AS mengumumkan tiga militan Nigeria sebagai "teroris global" namun tidak menyebut Boko Haram sebagai sebuah kelompok teroris, dengan alasan antara lain pusat kegiatan mereka di dalam negeri. Ketiga orang yang diumumkan Kementerian Luar Negeri AS itu adalah Shekau, dan juga Abubakar Adam Kambar serta Khalid al-Barnawi, dua orang yang disebut-sebut memiliki hubungan dengan kelompok regional Al Qaida. Pernyataan militer Nigeria pada Jumat mencatat Shekau dan al-Barnawi, namun Kambar tidak. Kekerasan meningkat di Nigeria sejak serangan-serangan menewaskan puluhan orang selama perayaan Natal 2011 yang diklaim oleh kelompok muslim garis keras Boko Haram. Kano, kota berpenduduk sekitar 10 juta orang di Nigeria utara, merupakan wilayah yang terpukul paling parah dalam kekerasan itu. Rangkaian pemboman dan penembakan melanda Kano setelah sholat Jumat (20/1), menewaskan 185 orang, dalam serangan-serangan yang diklaim oleh Boko Haram yang ditujukan pada markas polisi dan kantor-kantor polisi lain, sebuah bangunan kepolisian dan kantor imigrasi. Penembakan juga terjadi di sejumlah daerah kota itu, yang sejauh ini luput dari kekerasan terburuk selama beberapa bulan ini yang dituduhkan pada kelompok muslim garis keras tersebut. Satu sumber kepolisian Nigeria mengatakan kepada AFP, Kamis (26/1), sekitar 200 orang ditangkap setelah serangan itu. Serangan-serangan itu merupakan operasi paling mematikan oleh kelompok tersebut dan ditujukan terutama pada kantor polisi. Boko Haram mengklaim puluhan serangan di Nigeria, termasuk pemboman bunuh diri pada Agustus di markas PBB di Abuja yang menewaskan sedikitnya 24 orang. Serangkaian serangan bom di kota Jos, Nigeria tengah, pada Malam Natal 2010 juga diklaim oleh Boko Haram. Boko Haram meluncurkan aksi kekerasan pada 2009 yang ditumpas secara brutal oleh militer yang menewaskan sekitar 800 orang dan menghancurkan masjid serta markas mereka di kota Maiduguri, Nigeria timurlaut. Kelompok itu tidak aktif selama sekitar satu tahun dan kemudian muncul lagi pada 2010 dengan serangkaian pembunuhan. Penduduk Nigeria yang berjumlah lebih dari 160 juta orang terpecah di wilayah utara yang sebagian besar Muslim dan wilayah selatan yang umumnya Kristen. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026