
BMKG resmikan HF Radar di Pariaman

Pariaman (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meresmikan High Frequency (HF) Radar Array di Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) guna mendapatkan informasi cepat di bidang kemaritiman sekaligus untuk memberikan perlindungan bagi masyarakat terkait dengan potensi bencana tsunami.
"HF Radar ini memiliki jangkauan sampai 150 kilometer yang dipasang di dua lokasi (di Sumbar) " kata Kepala BMKG RI Prof. Teuku Faisal Fathani saat persemian HF Radar Array di Pariaman, Jumat.
Ia mengatakan saat ini Indonesia baru memiliki empat unit HF Radar yang diharapkan pada tahun bisa bertambah dan dipasang di sejumlah lokasi strategis di Republik ini.
Ia menyampaikan pemasangan HF Radar tersebut merupakan upaya pemerintah untuk mendapatkan info lengkap terkait kemaritiman. Selain itu, teknologi tersebut juga dapat mendeteksi potensi tsunami sehingga dapat memberikan perlindungan terbaik bagi masyarakat.
Ia menyebutkan BMKG memiliki tiga jenis radar di Sumbar yaitu C-Band Radar di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Kabupaten Padang Pariaman yang difungsikan untuk penerbangan. Radar ini juga dimanfaat untuk modifikasi cuaca yang dilakukan beberapa waktu lalu, kata dia.
Kemudian, lanjutnya radar maritim yang ditempatkan di Pelabuhan Teluk Bayur dan yang ketiga yaitu HF Radar yang berada di Pariaman dan Kota Padang.
Ia menyebutkan BMKG memiliki 191 stasiun di seluruh Indonesia yang lima di antaranya ada di Sumbar yang terdiri dari Stasiun Geofisika di Padang Panjang, Klimatologi di Sicincin di Padang Pariaman, Meteorologi Penerbangan di BIM, Meterologi Teluk Bayur di Padang, dan Pemantau Atmofer Global di Padang.
Ia menyampaikan BMKG tidak saja bertugas terkait cuaca, iklim, dan kebencanaan namun juga berkaitan dengan pertanian dan perikanan tangkap.
Ia menambahkan BMKG tidak saja bekerjama dengan banyak pihak namun juga melaksanakan sekolah lapang iklim, sekolah lapang cuaca, serta sekolah lapang gempa dan tsunami agar informasi dari radar tersebut sampai kepada masyarakat.
Sementara itu, Wali Kota Pariaman Yota Balad mengatakan kehadiran HF Radar di daerah itu merupakan tonggak penting dalam upaya mitigasi bencana dan keselamatan maritim di wilayah pesisir barat Sumatra.
Ia menyampaikan radar frekuensi tinggi tersebut akan menjadi mata dan telinga pemerintah dalam memantau kondisi laut secara langsung mulai dari deteksi gelombang tinggi hingga mendukung keselamatan para nelayan dan masyarakat pesisir.
"Kita patut bersyukur dan berbangga, peresmian fasilitas vital ini bertepatan dengan momen bersejarah Hari Ulang Tahun ke-24 Kota Pariaman," katanya.
Menurutnya keberadaan radar tersebut membuktikan komitmen pemerintah pusat dan daerah yang bersinergi dalam pembangunan infrastruktur teknologi guna melindungi masyarakat.
Pewarta: Aadiaat MS
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
