
Bentrokan Berkecamuk di Kairo Tengah, 152 Cedera

Kairo, (ANTARA/Xinhua-OANA) - Bentrokan kadangkala terjadi antara polisi dan pemrotes sejak Senin (19/11) di dekat Bundaran Tahrir, Kairo tengah, sehingga sejauh ini melukai 152 orang, demikian isi pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Mesir, Kamis (22/11). Sebanyak 140 dari mereka telah meninggalkan rumah sakit, setelah kondisi mereka membaik, sementara 12 orang lagi masih menjalani perawatan, katanya. Sementara itu, pasukan keamanan di Kairo tengah sejauh ini telah menangkap sebanyak 203 perusuh dalam bentrokan paling akhir di sana, kata kantor berita resmi Mesir, MENA, Kamis. Semua tindakan hukum dan keamanan telah dilancarkan terhadap perusuh, kata MENA dengan mengutip pernyataan dari Pusat Penerangan Keamanan di Kementerian Dalam Negeri. Saat memperingati tahun pertama kerusuhan di jalan Mohamed Mahmoud tahun lalu, demonstran telah memulai protes baru di beberapa jalan menuju Bundaran Tahrir sejak 19 November, kata Xinhua --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Jumat. Bentrokan terjadi setelah ketegangan meningkat. Bentrokan di jalan Mohamed Mahmoud berlanjut pada Kamis, saat pemrotes meneriakkan slogan anti-polisi sambil melempar batu dan botol menyala ke arah pasukan polisi yang melempar kembali semua benda itu lalu menembakkan gas air mata untuk membubarkan pemrotes. Pada 19 November 2011, beberapa hari sebelum pemilihan bersejarah anggota parlemen, kerusuhan meletus di seluruh negeri tersebut. Peristiwa yang paling mencolok ialah demonstrasi di jalan Mohamed Mahmoud. Sebanyak 41 orang tewas dan 180 polisi, termasuk 51 perwira, cedera. Kejadian tersebut dianggap sebagai peristiwa paling rusuh sejak kejatuhan presiden Hosni Mubarak dan Dewan Militer Tertinggi memangku jabatan pada Februari 2011. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
