Logo Header Antaranews Sumbar

Fakta unik dua pelatih, Imran Nahumarury dan Hendri Susilo

Sabtu, 7 Maret 2026 17:11 WIB
Image Print
Pelatih Imran Nahumarury saat memimpin tim dari pinggir lapangan. (ANTARA/HO-Doc. Pribadi Imran Nahumarury)

Padang (ANTARA) - Imran Nahumarury resmi menukangi Semen Padang FC menggantikan Dejan Antonic untuk menyelesaikan putaran kedua BRI Super League sekaligus ditarget lolos dari zona degradasi.

Peltih sebelumnya, Dejan Antonic dianggap gagal memenuhi ekspektasi manajemen Kabau Sirah di awal putaran kedua ini.

Dari tujuh penampilan Semen Padang FC jauh di bawah harapan. Imran masuk untuk mengawal 10 pertandingan dengan dikonversi kemenangan demi kemenangan untuk mengganti point yang gagal diamankan pendahulunya.

Namun ada fakta unik dengan kehadiran Imran Nahumaruri, nama yang sebelumnya tidak terlintas di publik bola Padang.

Fakta menariknya, justeru dikaitkan dengan pelatih Hendri Susilo yang asal Bukittinggi Sumatera Barat yang musim ini melatih Malut United.

Sebelumnya Imran Nahumarury putra kelahiran Tulehu Maluku adalah pelatih Malut United yang berhasil membawa promosi tim itu pada musim 2023-2024. Kemudian membawa tim itu ke papan atas di musim 2024-2025 yakni di peringkat ketiga setelah akhirnya meninggalkan tim itu.

Musim 2025-2026, posisinya sebagai pelatih Malut United digantikan oleh Hendri Susilo. Hendri sendiri sebelumnya pada musim 2023-2024 sukses membawa Semen Padang Promosi ke Liga 1, sebelum akhirnya pada pertengahan musim 2024-2025 digantikan oleh pelatih Eduardo Almeida.

De javu terjadi di tim Semen Padang FC, dan berlanjut pada musim ini pula. Dan Imran kembali bergabung dengan Yeyen Tumena yang menjadi Direktur Teknik Semen Padang FC.

Musim lalu Yeyen adalah Direktur Teknik di Malut United, barengan Imran yang menjadi pelatihnya. Dan momen kebersamaan itu terulang di penghujung musim di tim Semen Padang FC.

Hendri bersama Malut United pada musim ini bertengger di peringkat keempat klasemen sementara BRI Super League. Hendri sendiri di awal musim adalah satu-satunya pelatih lokal yang menukangi tim peserta BRI Super League.

Tugas Imran kali ini adalah membawa misi menyelamatkan Semen Padang FC dari jurang degradasi dengan memanfaatkan 10 pertandingan tersisa.

Semen Padang FC saat ini di peringkat ke-18 dengan nilai 17, hasil 24 kali bertanding, empat kali menang, lima seri da lima belas kali kalah.

Tiga tim di atas peringkat Semen Padang FC adalah Madura United (20 peringkat 14) Persijap (20 peringkat 15), PSBS Biak (18 peringkat 16), Persis Solo (17 peringkat 17).



Pewarta:
Editor: Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026