
Kepala Militer Thailand Tak Berikan Jawaban Soal Perundingan

Bangkok, (Antara/TNA-0ANA) - Kepala militer Thailand Jenderal Prayuth Chan-ocha Kamis mengatakan bahwa angkatan bersenjata belum menanggapi seruan demonstran anti-pemerintah untuk dialog, dan menekankan netralitas politik mereka. Dia merujuk pada tawaran pemimpin protes Suthep Thaugsuban untuk mengadakan pembicaraan dengan para pejabat tinggi militer dan polisi untuk menguraikan prinsip reformasi politik demonstran dan mencari rekomendasi mereka. Suthep, sekretaris jenderal Komite Reformasi Demokratis Rakyat (PDRC), menjadwalkan pukul 20.00 waktu setempat Kamis sebagai batas waktu untuk respon itu. Jenderal Prayuth mengatakan ia belum mendiskusikan dengan para pemimpin angkatan bersenjata dan melaporkan kepada Perdana Menteri sementara Yingluck Shinawatra dalam kapasitasnya sebagai menteri pertahanan sementara . Dia mengatakan ia tidak diberdayakan untuk membuat keputusan dan pengunjuk rasa harus menghindari mendorong angkatan bersenjata ke tengah-tengah konflik. "Keadilan adalah faktor yang paling signifikan dalam memecahkan masalah," katanya. Dia mengakui bahwa konflik saat ini adalah yang terbesar dalam sejarah Thailand dan tidak akan berakhir jika faksi-faksi yang berbeda terus saja saling membalas satu sama lain. Para pengunjuk rasa di bawah Mahasiswa dan Masyarakat Jaringan Reformasi Thailand, berkelompok di PDRC, telah memotong kabel berduri di sekitar Gedung Pemerintah Kamis pagi. Mereka kemudian memutus pasokan listrik ke gedung negara setelah batas waktu satu jam mereka bagi polisi untuk meninggalkan kompleks tersebut belum ditanggapi. Kembang-kembang api dilemparkan ke lapangan sementara pasukan polisi tetap menjaga properti yang ada. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
