
Pemkot Pariaman minta Pemprov bantu normalisasi Sungai Batang Mangor atasi banjir

Pariaman (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) meminta pemerintah provinsi (Pemprov) setempat untuk membantu mewujudkan normalisasi Sungai Batang Mangor guna mengatasi abrasi dan banjir yang sering terjadi di daerah itu.
"Kami berharap penanganan dari Pemprov Sumbar sesegera mungkin," kata Wali Kota Pariaman Yota Balad di Pariaman, Kamis.
Ia mengatakan kondisi Sungai Batang Mangor berada pada zona merah karena menjadi salah satu penyebab banjir yang sering menimpa warga di Desa Pungguang Ladiang, Kecamatan Pariaman Selatan.
Selain itu, lanjutnya Sungai tersebut juga mengalami abrasi tidak hanya mengancam lahan pertanian tetapi juga ratusan permukiman warga yang berada di sekitar bantaran sungai.
Oleh sebab itu, ia meminta Pemprov Sumbar dapat membantu menormalisasi aliran Sungai Batang Mangor dengan panjang 14 kilometer guna mengatasi abrasi serta banjir yang sering terjadi.
Yota menyampaikan bencana hidrometeorologi yang terjadi di Pariaman pada akhir November 2025 menyebabkan banjir, angin kecang, dan pohon tumbang.
"Total rumah yang mengalami kerusakan sebanyak 55 rumah, 10 diantaranya kondisi rusak berat," ujarnya.
Selain itu, kata dia bencana tersebut tidak hanya merusak rumah warga namun juga lahan pertanian. Setidaknya, lanjutnya 800 hektare lahan pertanian terdampak bencana tersebut.
Sebelumnya, Kepala Desa Pungguang Ladiang, Aulia Mardhi Arif meminta pemerintah kota dan provinsi setempat untuk mendesak pemerintah pusat agar segera menormalisasi Sungai Batang Mangor.
Hal tersebut karena selain abrasi yang terus menggerus tebing yang jika dibiarkan akan berdampak kerugian besar juga warganya sering mengalami banjir karena sungai itu sering meluap.
Diketahui abrasi sungai di daerah itu telah terjadi semenjak 2017 dan warga telah melakukan gotong royong untuk mengatasi abrasi namun hal tersebut belum membuahkan hasil.
Pewarta: Aadiaat MS
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
