Logo Header Antaranews Sumbar

Pesawat Mozambik Kecelakaan di Namibia, Tak Ada Penyintas

Sabtu, 30 November 2013 21:31 WIB
Image Print

Windhoek, (Antara/Xinhua-OANA) - Pesawat yang hilang milik Mozambique Airlines dikonfirmasi telah jatuh di Namibia Timur-laut dan semua penumpangnya tewas, kata polisi setempat, Sabtu. Perusahaan penerbangan tersebut menyatakan pesawat buatan Brazil, Embraer 190, itu tidak mendarat sebagaimana jadwal pukul 13.10 GMT (20.10 WIB) di Ibu Kota Angola, Luanda, setelah lepas-landas dari Maputo pada pukul 09.26 GMT (16.26 WIB), Jumat. Perusahaan penerbangan itu sebelumnya mengatakan ada 28 penumpang dan enam anggota awak di pesawat tersebut. Menurut informasi yang diberikan oleh perusahaan itu kepada Kedutaan Besar China di Mozambik, seorang warganegara China berada di pesawat tersebut bersama 10 warganegara Mozambik, sembilan Angola, lima Portugal, satu Prancis dan satu Brazil. Kantor Kepala Pelaksana Perusahaan Penerbangan Marlene Mendes Manave mengatakan kepada pers di Maputo pesawat tersebut terakhir kali menghubungi menara pengawas di darat di Namibia pada pukul 13.15 waktu setempat Jumat, sebelum hilang. Seorang wartawan Namibia memberitahu Xinhua bahwa pesawat penumpang itu jatuh di Taman Nasional Bwabwata di Wilayah Zambezi, Namibia Timur-laut antara pukul 14.00 dan 16.00 waktu setempat pada Jumat dan tak ada penyintas yang ditemukan. Media setempat melaporkan pesawat itu terbakar hingga jadi abu. Perusahaan penerbangan tersebut, milik negara, memiliki armada kecil yang terutama terdiri atas pesawat buatan Brazil. Pesawat Embraer 190 yang mengalami kecelakaan itu dapat membawa sampai 93 penumpang. Mozambique Airlines mengoperasikan jalur penerbangan interasnional ke Afrika Selatan, Tanzania, Angola, Zimbabwe dan Kenya. Uni Eropa telah melarang perusahaan penerbangan tersebut terbang ke wilayah udara Eropa karena keprihatinan mengenai keselamatan meskipun perusahaan itu memiliki catatan keselamatan yang bersih sebelum kecelakaan pada Jumat. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026