
BPJS Kesehatan Bukittinggi gelar Kelas Prolanis di Padang Panjang, Perkuat pengelolaan penyakit kronis

Bukittinggi (ANTARA) - Dalam upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang menderita penyakit kronis, BPJS Kesehatan Cabang Bukittinggi menggelar Kelas Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) Kota Padang Panjang.
Kegiatan ini menghadirkan Penanggung Jawab (PIC) PROLANIS dari seluruh Puskesmas di Kota Padang Panjang untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap capaian pelaksanaan program PROLANIS di masing-masing Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).
Kegiatan yang berlangsung di Kantor BPJS Kesehatan Kota Padang Panjang ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara BPJS Kesehatan dan FKTP dalam memastikan keberlangsungan layanan kesehatan bagi peserta dengan penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes melitus tipe 2.
Melalui forum ini, BPJS Kesehatan menampilkan beberapa capaian program sekaligus membuka ruang diskusi terkait strategi peningkatan peserta PROLANIS serta program promotif dan preventif lainnya.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bukittinggi, Haris Prayudi, Kamis (23/10) menyampaikan bahwa pelaksanaan kelas PROLANIS menjadi wadah penting untuk mengukur sejauh mana peran aktif Puskesmas dalam menjalankan program pengelolaan penyakit kronis di kepada masing-masing Peserta JKN.
“Program PROLANIS bukan hanya tentang pengobatan, tetapi juga pembinaan dan pendampingan bagi peserta JKN agar mereka mampu menjaga kondisi kesehatannya tetap stabil. Melalui kegiatan ini, kami ingin melihat sejauh mana implementasi di lapangan sekaligus mendorong setiap Puskesmas untuk terus berinovasi,” katanya.
Haris mengatakan capaian PROLANIS tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang terdaftar, tetapi juga dari konsistensi pelaksanaan kegiatan seperti senam PROLANIS, edukasi kesehatan, pemeriksaan laboratorium, serta tindak lanjut hasil kontrol kesehatan peserta.
“BPJS Kesehatan terus memberikan dukungan kepada FKTP agar pelayanan promotif dan preventif dapat berjalan optimal. Kami memahami bahwa keberhasilan PROLANIS sangat bergantung pada kolaborasi, kedisiplinan, dan kepedulian bersama, baik dari tenaga kesehatan maupun peserta. Karena itu, kegiatan seperti ini menjadi penting untuk mengidentifikasi kendala dan mencari solusi yang bisa diterapkan di lapangan,” jelas Haris.
Ia juga menegaskan bahwa hasil evaluasi yang dilakukan dalam forum ini akan menjadi dasar dalam penyusunan langkah-langkah perbaikan kedepannya.
“Melalui forum ini, kami berharap setiap Puskesmas dapat saling belajar dan saling mempelajari satu sama lainnya,” lanjutnya.
Haris juga memberikan apresiasi kepada Puskesmas yang menunjukkan konsistensi dan capaian terbaik dalam pelaksanaan PROLANIS.
Momentum ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh FKTP di wilayah Kota Padang Panjang untuk terus memperkuat pelaksanaan program pengelolaan penyakit kronis.
Sementara itu, salah satu PIC PROLANIS dari Puskesmas Bukit Surungan, Ferdinal (45), yang berhasil meraih predikat fasilitas kesehatan dengan rasio peserta PROLANIS terkendali (RPPT) tertinggi di Kota Padang Panjang, mengungkapkan bahwa kegiatan kelas PROLANIS ini sangat membantu dalam memperkuat koordinasi dan perbaikan program di tingkat fasilitas kesehatan.
“Kami merasa sangat terbantu karena kegiatan ini menjadi ajang saling belajar dan berbagi pengalaman. Dari hasil evaluasi, kami jadi tahu indikator mana yang masih perlu ditingkatkan serta strategi yang bisa kami adaptasi dari Puskesmas lain,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa melalui dukungan dan pembinaan dari BPJS Kesehatan, kini peserta PROLANIS di puskesmasnya semakin aktif mengikuti kegiatan senam, konsultasi kesehatan, dan pemeriksaan rutin.
“Setelah ada forum seperti ini, kami jadi lebih termotivasi untuk menjaga konsistensi kegiatan setiap bulan. Hasilnya, capaian PROLANIS di Puskesmas kami meningkat cukup signifikan,” tutup Ferdinal.
Pewarta: Alfatah
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
