Logo Header Antaranews Sumbar

Kelompok Utama Anti-Pemerintah Bersatu untuk Basmi "Rezim Thaksin"

Minggu, 24 November 2013 19:02 WIB
Image Print

Bangkok, (Antara/TNA-0ANA) - Tiga kelompok besar anti-pemerintah dan kelompok-kelompok lainnya pada Sabtu menyatakan untuk bersama-sama melawan dan menghilangkan jaringan terkait dengan mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra, yang disebut "Rezim Thaksin" dari Thailand serta mendorong reformasi nasional. Para pemimpin dan perwakilan dari kelompok-kelompok anti-pemerintah muncul bersama-sama di panggung yang sama untuk pertama kalinya di Monumen Demokrasi, tempat unjuk rasa yang dipimpin Demokrat, sebelum mereka memulai apa yang disebut Hari Perhitungan pada Minggu. Para pemimpin protes dan perwakilan muncul di panggung terutama mantan anggota parlemen dari Partai Demokrat Suthep Thaugsuban, Nitithorn Lamlua dari Jaringan Mahasiswa dan Masyarakat untuk Reformasi Thailand (NSPTR), Samdin Lertbut dari Angkatan Dharma, Suriyasai Katasila dari Kelompok Politik Hijau, Somkiat Pongpaiboon dari koalisi Anti-Thaksin, Preecha Iamsuphan dari Pasukan Demokratik Rakyat untuk menggulingkan Thaksinisme dan Somkiat Homla-or dari Klub Bisnis untuk Demokrasi. Suthep mengatakan bahwa mereka semua berjanji untuk berdiri bahu-membahu dengan rakyat sampai mereka mencapai kemenangan dalam pertempuran melawan rezim Thaksin. Sementara itu, Nitithorn mengumumkan bahwa pertarungan bukan tentang politik tetapi pertarungan antara demokrasi dan tirani. Dia menambahkan perjuangan bukan untuk kekuasaan politik tetapi untuk membawa kembali kebajikan. Demonstran diperkirakan akan berbaris ke 12 lokasi di seluruh ibu kota pada Senin. Namun, lokasi belum diungkapkan. Di sisi lain, pemimpin Front Persatuan untuk Demokrasi melawan Kediktatoran (UDD) atau kelompok Baju Merah telah menyerukan unjuk rasa lain pada Minggu. Ketua UDD Baju Merah Thida Thavornseth dan para pemimpin lainnya pada Sabtu mengumumkan mereka akan mengadakan demonstrasi di Stadion Rajamangala untuk melindungi pemerintah terpilih dan DPR dan belum ditentukan tanggal bagi berakhirnya aksi unjuk rasa itu. (*/wij)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026