
Oposisi Katakan Tolak Perundingan Jenewa

Istanbul, (Antara/AFP) - Koalisi oposisi Suriah yang terpecah pada Ahad mengumumkan tidak akan menghadiri pembicaraan damai di Jenewa yang diperdebatkan kecuali jika didukung pemberontak di lapangan. Juru bicara Khaled Saleh, berbicara kepada wartawan di Istanbul pada hari kedua pertemuan koalisi di sana, mengatakan oposisi dan pemberontak Tentara Pembebasan Suriah (FSA) "berada di sisi yang sama dan kami memerangi musuh bersama". Tujuannya, kata dia, adalah untuk mendapatkan posisi yang terpadu dan "untuk memasuki proses peramaian dengan cara bersatu". "Jika kita akan berada di Jenewa, mereka akan menjadi bagian dari delegasi itu. Mereka memiliki banyak kepentingan untuk keberhasilan dan kebebasan demokratis di Suriah seperti yang kita lakukan." Pertemuan oposisi koalisi dimaksudkan untuk menempa posisi bersama mereka pada pembicaraan Jenewa, di mana negara-negara kuat duia ingin adakan untuk mencari solusi yang dirundingkan untuk mengakhiri konflik Suriah. Tetapi persaingan-persaingan, perbedaan pendapat dan ambisi yang berbeda telah memecah-belah kalangan oposisi. Dan pemberontak yang memerangi pasukan Presiden Bashar al-Assad terbagi antara FSA dan gerilyawan terkait Al-Qaida. "Kami masih membutuhkan banyak diskusi sebelum membuat keputusan tegas," kata seorang anggota koalisi kepada AFP. "Kita tidak bisa pergi ke Jenewa tanpa dukungan luas dari semua kelompok yang berperang melawan Bashar." Saleh mengatakan koalisi berbasis Turki akan mengirim dua delegasi ke Suriah untuk membahas dengan para pemimpin FSA dan kelompok-kelompok sipil yang berprospek mengambil bagian dalampembicaraan Jenewa. Koalisi masih bekerja berdasarkan pernyataan yang mengemukakan posisi formal pada pembicaraan itu, katanya. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
